Jembatan Baru Buka Akses Warga, Bupati Kediri Siapkan Bantuan untuk Jalan Usaha Tani

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Akses warga di perbatasan Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo, Kabupaten Kediri, perlahan menemukan jalan baru. Setelah Jembatan Perintis Garuda Merah Putih resmi berdiri, perhatian kini diarahkan pada ruas jalan usaha tani yang menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan pemerintah daerah siap mengakomodasi usulan penguatan jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 450 meter tersebut.

Komitmen itu disampaikan Hanindhito saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Kecamatan Ngancar, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, usulan penguatan jalan tersebut disampaikan oleh kepala desa setempat. Pemerintah Kabupaten Kediri akan membantu melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Tadi ada jalan dengan ruas kurang lebih 450 meter yang diminta Bu Kades untuk diperkuat. Kita akan berikan nanti, kita bantu BKK sifatnya,” kata Hanindhito.

Ruas jalan yang diusulkan untuk diperkuat berada di wilayah Desa Pandantoyo, tepat di sisi jembatan. Sementara itu, jalan yang berada di wilayah Desa Ngancar telah dalam kondisi beraspal.

Kehadiran jembatan baru tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi penghubung fisik antardesa. Lebih jauh, infrastruktur itu menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat dan memperlancar aktivitas ekonomi, termasuk kegiatan pertanian.

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih memiliki bentang sepanjang 18 x 3 meter. Pembangunannya merupakan hasil sinergi dengan jajaran Kodim 0809/Kediri.

Peresmian jembatan di Ngancar juga menjadi bagian dari agenda peresmian sejumlah jembatan secara serentak di berbagai daerah.

Hanindhito menyebut, di Kabupaten Kediri terdapat dua titik jembatan yang diresmikan pada hari yang sama, yakni di Kecamatan Ngancar dan Kecamatan Kandangan.

Jadi serentak secara nasional diresmikan di beberapa titik oleh Bapak Presiden. Hari ini untuk Kabupaten Kediri ada dua titik di Kandangan dan Ngancar,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Polres Kediri juga menggelar tasyakuran revitalisasi Jembatan Merah Putih di Kecamatan Kandangan.

Bagi pemerintah daerah, jembatan bukan sekadar konstruksi beton dan besi. Di baliknya ada mobilitas warga, akses menuju lahan pertanian, serta harapan agar roda perekonomian di tingkat desa dapat bergerak lebih lancar.

Karena itu, Hanindhito mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun maupun direvitalisasi.

Ia berharap jembatan tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

14 Titik Jadi Target, 9 Jembatan Telah Rampung

Sementara itu, Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan pembangunan jembatan menjadi salah satu bagian dari program unggulan TNI Angkatan Darat.

Di wilayah Kodim 0809/Kediri, terdapat 14 titik jembatan yang menjadi target program. Dari jumlah tersebut, sembilan jembatan telah selesai dibangun dan kini dapat dimanfaatkan masyarakat.

9 jembatan itu sudah selesai semua dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar,” ujar Dhavid.

Menurut Dhavid, pembangunan jembatan merupakan salah satu program unggulan TNI Angkatan Darat. Selain pembangunan infrastruktur penghubung, TNI juga menjalankan program manunggal air bersih.

Program tersebut menyasar kebutuhan air masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Dhavid mengajak warga Kabupaten Kediri yang membutuhkan akses air bersih untuk menyampaikan kebutuhan tersebut kepada jajaran TNI.

Warga Kabupaten Kediri yang membutuhkan air silakan laporkan ke kita. Kita ada program dari Angkatan Darat untuk air bersih, ada pula sumur bor untuk keluarga maupun pertanian,” katanya.

Dengan pembangunan jembatan dan penguatan akses jalan usaha tani, konektivitas antarwilayah diharapkan semakin terbuka. Infrastruktur yang semula menjadi penghalang perlahan berubah menjadi penghubung—membawa warga lebih dekat dengan aktivitas ekonomi, lahan pertanian, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.