Cerita di Balik Kenaikan Pangkat ASN Kediri: Antara Syukur dan Tuntutan Profesionalisme

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pagi itu, suasana Halaman Balai Kota Kediri terasa berbeda. Di antara barisan aparatur sipil negara (ASN) yang berdiri rapi, terselip raut bahagia—hari yang dinanti akhirnya tiba. Sebanyak 276 ASN resmi menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat periode 1 April 2026.

Bagi sebagian dari mereka, momen ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia adalah penanda perjalanan panjang: dari kerja rutin, tekanan tugas, hingga pengabdian yang sering kali tak terlihat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Wali, memahami betul makna di balik capaian tersebut. Namun, ia mengingatkan, kenaikan pangkat bukanlah garis akhir.

“Selamat kepada Bapak Ibu. Tapi jangan pernah berhenti belajar. Jangan merasa cukup,” ujarnya di hadapan peserta apel, Senin (13/4/2026).

Pesan itu sederhana, tetapi mengandung penegasan: jabatan boleh naik, tetapi tanggung jawab juga ikut bertambah. Terlebih, tantangan birokrasi saat ini kian kompleks.

Di tengah perubahan zaman, Mbak Wali menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. Baginya, stagnasi adalah ancaman nyata.

“Kalau tidak ada inovasi, kita akan stuck. Padahal setiap hari kita dituntut menyelesaikan masalah,” ungkapnya.

Pesan tersebut seolah menjadi refleksi kondisi birokrasi hari ini—di mana kecepatan, kreativitas, dan adaptasi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Tak hanya soal kinerja, Mbak Wali juga menyinggung perubahan pola kerja yang mulai diterapkan. Menyusul dinamika global, kebijakan Work From Home (WFH) mulai diberlakukan di Kota Kediri.

Namun, ia menegaskan, fleksibilitas bukan berarti kelonggaran tanpa batas.

ASN yang menjalani WFH tetap diwajibkan disiplin, dengan tiga kali absensi dalam sehari serta target kerja yang terukur. Sementara itu, layanan publik, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik tetap bekerja seperti biasa.

“WFH bukan untuk berlibur. Profesionalisme tetap nomor satu,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mendorong perubahan gaya hidup ASN, khususnya bagi yang bekerja dari kantor. Penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan penghematan energi menjadi bagian dari upaya kecil yang diharapkan berdampak besar.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan arah kebijakan yang lebih luas: birokrasi yang tidak hanya melayani, tetapi juga adaptif terhadap isu global, termasuk efisiensi energi.

Di balik angka 276 ASN yang naik pangkat—terdiri dari 29 orang golongan II, 208 golongan III, dan 39 golongan IV—tersimpan cerita tentang dedikasi, harapan, sekaligus tantangan baru.

Kenaikan pangkat, pada akhirnya, bukan sekadar penghargaan. Ia adalah pengingat: bahwa setiap capaian harus dibarengi komitmen untuk terus memberi arti, terutama bagi masyarakat yang dilayani.

Bagikan Berita :