KEDIRI – Menyongsong Indonesia Emas 2045, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri memperkuat wawasan kebangsaan, semangat persatuan, dan kesadaran antinarkoba di kalangan santri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter, mampu menghadapi tantangan zaman, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Pembekalan tersebut digelar pada Selasa (27/10), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), serta Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri.
Para santri diajak memahami bahwa peran generasi muda tidak sebatas menuntut ilmu, tetapi juga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merawat keberagaman, dan membentengi diri dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Ketua Ponpes Wali Barokah, Drs. KH Sunarto, menegaskan bahwa Hari Santri memiliki kaitan erat dengan sejarah perjuangan para kiai dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Sunarto, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan oleh santri masa kini melalui kecintaan terhadap tanah air dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Yang namanya Hari Santri itu tidak lepas dari inisiatif luar biasa para kiai dan santri pada 22 Oktober yang bersama-sama ingin mengusir penjajah. Ini perlu kita warisi dari sisi kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia mengatakan, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bukan tanpa tantangan. Salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Karena itu, santri perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengenali risiko, membangun ketahanan diri, serta mengambil sikap tegas terhadap berbagai pengaruh negatif.
Sunarto berharap, materi yang disampaikan para narasumber dapat memperluas wawasan santri, khususnya mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan sebagaimana tercermin dalam semangat Sumpah Pemuda.
“Kami ingin membekali santri dengan wawasan keilmuan, terutama pada momentum Sumpah Pemuda yang mengingatkan pentingnya persatuan dan kesatuan. Kami ingin santri bisa berkontribusi secara maksimal,” tambahnya.
BNN Dorong Pesantren Jadi Lingkungan Bersih Narkoba
Kepala BNN, Yudha Wirawan, mengapresiasi komitmen Ponpes Wali Barokah dalam membangun lingkungan pesantren yang bersih dari narkoba atau dikenal dengan istilah Bersinar.
Menurut Yudha, upaya mewujudkan generasi muda yang bebas narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pesantren dan kalangan santri dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran serta membangun lingkungan yang mendukung perilaku positif.
Ia berharap para santri tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga berani menolak penyalahgunaan maupun keterlibatan dalam peredarannya.
“Santri menguatkan negeri untuk Indonesia Emas 2045 yang bebas dari narkoba. Harapan kami melalui seminar ini, para santri jangan sampai menyalahgunakan narkoba ataupun menjadi pengedar,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia menuju 2045 tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan pendidikan. Generasi muda juga membutuhkan karakter yang kuat serta kemampuan menjaga diri dari berbagai ancaman sosial.
Keberagaman Pesantren Jadi Modal Persatuan
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda Disbudparpora Kota Kediri, Aris Fahrudin, memandang pesantren sebagai gambaran kecil Indonesia karena mempertemukan santri dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam.
Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan modal sosial yang penting untuk membangun persatuan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Pesantren itu miniatur Indonesia. Di Ponpes Wali Barokah ini, dari Sabang sampai Merauke ada. Keberagaman ini diharapkan menjadi kontribusi besar menuju Indonesia Emas, khususnya bagi Kota Kediri,” katanya.
Aris berharap Ponpes Wali Barokah dapat menjadi contoh dalam mengembangkan peran santri sebagai generasi muda yang menjunjung tinggi toleransi, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.
Ia juga menyoroti pentingnya kerukunan antarumat beragama sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat Kota Kediri. Dalam hal ini, keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjadi salah satu wadah untuk mendukung penguatan toleransi dan kehidupan yang harmonis.
Kemenag: Semangat Hari Santri Harus Berlanjut dalam Aksi Nyata
Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, Ahmad Zamroni, mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, semangat yang digaungkan dalam peringatan tersebut perlu diwujudkan melalui gerakan nyata, baik dalam pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, maupun upaya menjaga persatuan bangsa.
Zamroni menilai, jika santri pada masa perjuangan memiliki peran dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi santri saat ini harus mampu menjawab tantangan yang berbeda sesuai perkembangan zaman.
“Jangan sampai berhenti di peringatan, harus ada gerakan. Jika peringatan selesai, bukan berarti semangat jiwa santri itu selesai. Itu yang harus ditanamkan,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa nilai perjuangan santri perlu diterjemahkan ke dalam tindakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Santri diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa, sekaligus berperan aktif dalam menjaga keharmonisan sosial.
Menyiapkan Santri untuk Masa Depan Indonesia
Melalui kegiatan pembekalan ini, Ponpes Wali Barokah berharap santri memiliki bekal yang lebih luas, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan, karakter yang kuat, semangat persatuan, toleransi, dan ketahanan terhadap pengaruh negatif.
Kolaborasi antara pesantren, BNN, Disbudparpora, dan Kemenag tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang baik, santri diharapkan dapat mengambil peran nyata dalam kehidupan bermasyarakat serta ikut mewujudkan Indonesia yang maju, rukun, dan bebas dari narkoba.



