Dua Menit yang Menyakitkan bagi Persik Kediri! Persija Balikkan Keadaan dan Amankan Tiga Poin

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Persik Kediri harus pulang tanpa poin setelah menelan kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Senin malam. Sempat memimpin lebih dahulu dan tampil meyakinkan pada babak pertama, Macan Putih akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah dua gol tercipta hanya dalam rentang dua menit.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Persik yang sempat berada di atas angin. Sebaliknya, kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Persija di puncak klasemen Super League.

Persik Buka Keunggulan Lewat Situasi Bola Mati

Persik langsung menunjukkan keberanian sejak awal pertandingan. Sergio Castel dipercaya mengisi lini depan untuk memberikan tekanan kepada pertahanan tuan rumah.

Strategi tersebut membuahkan hasil ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Berawal dari sepak pojok, Ernesto Gomez mengirimkan umpan yang disambut sundulan terarah Imanol Garcia. Bola bersarang di gawang Persija dan membawa Persik unggul 1-0.

Gol cepat itu membuat Persik tampil lebih percaya diri. Tim tamu berusaha menjaga penguasaan bola sekaligus mengatur tempo permainan agar keunggulan mereka tetap terjaga.

Namun, Persija perlahan meningkatkan tekanan. Permainan agresif tuan rumah membuat Persik mulai kesulitan mengembangkan serangan dan lebih banyak menghadapi tekanan di wilayah pertahanan sendiri.

Masuknya Rio Fahmi menggantikan Kerim Memija turut menambah daya gedor Persija. Sejumlah peluang berhasil dibangun melalui kombinasi Rio Fahmi, Arliansyah, dan Alexander Jeremejeff.

Meski demikian, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat Persija gagal mencetak gol penyeimbang. Persik pun mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Perubahan Strategi Persija Mengubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan pergantian pemain untuk memperbaiki permainan. Persija memasukkan Rizky Ridho guna menggantikan Fabio Calonego, sedangkan Persik memainkan Bayu Otto untuk mengisi posisi Ernesto Gomez di lini tengah.

Pergantian tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan. Persija terlihat lebih solid dalam menjaga keseimbangan permainan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Persik.

Upaya tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Berawal dari situasi bola mati, Rayhan Hannan mengirimkan umpan yang berhasil dimaksimalkan Denis Kolinger. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1.

Namun, Persik belum sempat bangkit dari gol penyeimbang itu ketika petaka kembali datang.

Hanya berselang dua menit, Persija sukses membalikkan keadaan. Kali ini, Rizky Ridho mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Denis Kolinger. Tuan rumah berbalik unggul 2-1 dan membuat suasana JIS semakin bergemuruh.

Dua gol dalam waktu singkat tersebut mengubah momentum pertandingan secara drastis. Persija semakin percaya diri, sedangkan Persik kesulitan keluar dari tekanan dan membangun serangan berbahaya untuk mengejar ketertinggalan.

Gol Ivan Mamut Dianulir, Persik Gagal Selamatkan Poin

Memasuki penghujung pertandingan, Persija sempat kembali menjebol gawang Persik melalui aksi Ivan Mamut. Akan tetapi, gol tersebut dianulir oleh wasit sehingga tidak mengubah kedudukan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Persija Jakarta.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persik Kediri. Penampilan menjanjikan pada babak pertama ternyata belum cukup untuk mengamankan hasil positif di kandang lawan.

Di sisi lain, Persija berhasil memanfaatkan momentum pada babak kedua untuk membalikkan keadaan. Dua gol yang tercipta hanya dalam selang dua menit menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan tambahan tiga poin bagi Macan Kemayoran.

Hasil di JIS tersebut membuat Persija semakin kokoh di puncak klasemen Super League, sementara Persik harus mengevaluasi konsistensi permainan agar keunggulan yang sudah diraih tidak kembali terlepas pada pertandingan berikutnya.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan