Ngopi Sambil Nonton Wayang, Cara Polisi Buka Ruang Kritik untuk Masyarakat

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Cara mendekatkan diri kepada masyarakat tak selalu harus melalui forum resmi. Polres Kediri Kota, memilih pendekatan berbeda dengan menggelar Wayang Cangkrukan di Kopag Space, Kota Kediri, Selasa malam (27/10). Melalui pertunjukan wayang yang dikemas santai, polisi membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan kritik, keluhan, hingga aspirasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang digelar dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda itu tidak hanya menyuguhkan hiburan tradisional. Wayang Cangkrukan juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat agar berbagai persoalan di lingkungan warga dapat dibicarakan secara terbuka.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, sejalan dengan program Kapolri.

Menurut dia, kepolisian terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Polisi terbuka dan tidak antikritik. Kami menampung aspirasi masyarakat. Melalui cangkrukan ini, kami ingin menerima masukan untuk kemudian mencari solusi bersama,” ujarnya.

Kresno juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan kejadian maupun menyampaikan informasi yang membutuhkan tindak lanjut kepolisian.

Partisipasi warga, kata dia, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Kami perlu bantuan informasi dari masyarakat sehingga bisa memberikan pelayanan dan bantuan semaksimal mungkin. Kami berupaya memfasilitasi setiap masukan yang disampaikan,” tambahnya.

Pesan Kamtibmas Disampaikan Lewat Pertunjukan Wayang

Ada yang berbeda dalam penyampaian pesan kamtibmas kali ini. Alih-alih menggunakan metode sosialisasi konvensional, pesan kepada masyarakat disisipkan dalam pertunjukan wayang yang dimainkan oleh Dalang Kompol Bowo Wicaksono, Kapolsek Kediri Kota.

Lakon bertajuk “Yang Muda yang Berkarya, Bukan yang Banyak Gaya” mengangkat pesan agar generasi muda mengisi masa produktif dengan kegiatan positif dan menghasilkan karya nyata.

Pesan tersebut selaras dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, yang mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Pertunjukan itu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2026. Masyarakat diingatkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga ketertiban saat berkendara.

Kompol Bowo menjelaskan, pemilihan pendekatan yang lebih santai diharapkan membuat masyarakat merasa nyaman ketika mengikuti kegiatan sekaligus lebih leluasa menyampaikan pendapat.

“Wayang Cangkrukan ini menjadi sarana komunikasi bersama masyarakat. Kami kemas dengan suasana rileks supaya masyarakat tidak jenuh dan lebih mudah menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.

Kopag Space Berharap Digelar Berkala

Owner Kopag Space, Abu Nur Arifin, mengapresiasi kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan tersebut.

Menurut dia, sosialisasi mengenai keamanan dan ketertiban tidak harus selalu disampaikan dalam suasana formal. Pendekatan yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat dinilai dapat membuat pesan lebih mudah diterima.

“Ini bentuk sosialisasi kamtibmas yang luar biasa. Biasanya disampaikan secara formal, sekarang kita kemas lebih santai. Masyarakat bisa menikmati kopi dan makanan sambil melihat wayang, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima,” ungkapnya.

Abu berharap Wayang Cangkrungan dapat diselenggarakan secara rutin, idealnya setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu, kegiatan tersebut bisa menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan dan isu terkini di Kota Kediri sekaligus mencari jalan keluar secara bersama-sama.

Melalui Wayang Cangkrungan, Polres Kediri Kota berupaya memadukan pelestarian seni tradisional dengan komunikasi publik yang lebih terbuka. Semangat Sumpah Pemuda pun diharapkan tidak berhenti pada ajakan bagi generasi muda untuk berkarya, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga Kota Kediri tetap aman dan kondusif.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan