KEDIRI — Pencarian terhadap Mustofa (45), warga Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang dilaporkan hanyut di Sungai Brantas akhirnya berakhir tragis. Korban ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Brantas wilayah Kota Kediri, Rabu pagi (20/05).
Jenazah ditemukan mengapung di tepian timur Sungai Brantas, tepatnya di sebelah utara Jembatan Semampir, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Penemuan jasad tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar sebelum akhirnya dilaporkan kepada petugas.
Berdasarkan perkiraan, jarak lokasi penemuan dengan titik awal korban hanyut mencapai sekitar 30 kilometer.
Sebelumnya, korban dilaporkan terseret arus Sungai Brantas di wilayah Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Selasa (19/05). Saat kejadian, korban diketahui pergi seorang diri menuju aliran sungai sambil membawa karung untuk memanfaatkan momen flushing atau yang dikenal warga dengan istilah pladu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan laporan penemuan mayat diterima sekitar pukul 08.39 WIB melalui call center dari warga yang melihat sosok jenazah terapung di sungai.
“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Trenggalek untuk memastikan identitas korban sekaligus melakukan proses evakuasi,” ujarnya.
Tim gabungan kemudian mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk penanganan lebih lanjut.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan pakaian yang masih melekat lengkap,” kata Joko.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di sekitar Sungai Brantas, terutama ketika debit air meningkat dan arus sungai dalam kondisi deras.



