KEDIRI — Suasana haru mewarnai halaman Simpang Lima Gumul, Selasa (19/05), saat ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri bersiap meninggalkan tanah air menuju Tanah Suci. Tak hanya pelukan hangat keluarga dan doa yang terucap, tetapi juga air mata bahagia menghiasi momen pemberangkatan Kloter 109, 110, dan 111 menuju Asrama Haji Surabaya.
Sebanyak 1.065 jamaah haji diberangkatkan dalam tiga kloter tersebut: Kloter 109 berjumlah 322 orang, Kloter 110 sebanyak 373, dan Kloter 111 sebanyak 370 jamaah. Tahun ini, titik keberangkatan dipusatkan di Simpang Lima Gumul karena kantor Pemerintah Kabupaten Kediri tengah direnovasi.
Salah satu jamaah, Muhammad Maksun, warga Desa Silir Wates, menceritakan perjalanannya menanti panggilan haji selama 14 tahun. Ia mendaftar sejak September 2012 dan kini akhirnya bisa berangkat bersama sang istri. Maksun juga dipercaya menjadi Ketua Rombongan 1 Kloter 109.
“Alhamdulillah, senang sekali. Penantiannya sudah lama,” ujarnya sambil menahan haru. Ia menekankan bahwa persiapan ibadah haji tidak hanya soal fisik, tapi juga pemahaman manasik agar ibadah benar-benar khusyuk.
Nuansa haru serupa juga dirasakan Muhammad Farid, jamaah asal Plosoklaten, yang mendampingi ibunya. Ia mendaftar sejak 2015 dan rutin menjaga kondisi tubuh agar tetap fit menghadapi cuaca panas di Arab Saudi. Persiapan kesehatan menjadi prioritas utama, termasuk membawa obat-obatan pribadi dan menjaga asupan cairan.
Sementara itu, Nur Aini Faridha dari Gurah menyebut keberangkatan ini sebagai panggilan istimewa dari Allah SWT. Ia rutin berolahraga ringan dan membawa vitamin serta obat pribadi untuk memastikan kondisi tubuh mendukung ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, menambahkan total jamaah haji tahun ini sebanyak 1.213 orang, terbagi dalam empat kloter. Hari ini, tiga kloter dilepas, sementara Kloter 112 akan membawa jamaah tertua se-Indonesia asal Kediri, seorang perempuan bernama Marsih. Beberapa jamaah terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan, selalu berkoordinasi dengan petugas, dan menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah haji. Ia menitipkan doa agar Kabupaten Kediri tetap aman, damai, dan sejahtera.
“Semoga barokah para jamaah haji membawa keselamatan dan keberkahan bagi Kediri,” tutup Dewi.



