KEDIRI — Rasa haru dan lantunan doa terlihat saat ratusan calon jemaah haji Kota Kediri menapaki langkah pertama mereka menuju Tanah Suci, Rabu (20/5), di GOR Jayabaya. Tangis keluarga dan senyuman harapan bercampur, mengiringi keberangkatan tujuh bus yang membawa mereka meninggalkan tanah air. Bahkan begitu rombongan bus perlahan pergi, disambut hujan di Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha dan jajaran Forkopimda, Kemenhaj, Kemenag, serta OPD terkait, melepas rombongan dengan penuh kehangatan. Sebelum bus mulai melaju, Mbak Wali menyempatkan diri menyapa para calon jemaah, mengingatkan agar saling menjaga dan membantu satu sama lain di negeri dengan bahasa dan budaya yang berbeda.
“Jika ada yang sakit, titipkan pada teman dan saudara,” pesannya dengan penuh perhatian. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, mulai dari pola makan, istirahat yang cukup, hingga rutin mengonsumsi obat bagi jemaah yang memiliki penyakit bawaan, termasuk mereka yang lanjut usia. Harapannya, seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan predikat haji mabrur.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Kediri, Basyaruddin, menjelaskan proses keberangkatan dimulai pukul 14.00 WIB dan dipercepat menjadi pukul 17.45 WIB menyusul perubahan jadwal di Asrama Haji. Dari total 281 jemaah, satu calon jemaah batal berangkat karena gejala stroke, namun sang istri tetap melanjutkan perjalanan.
Suasana haru semakin terasa bagi keluarga Arina Laila, 46 tahun, asal Perumahan Dermo. Kepergian Arina meninggalkan empat anaknya yang meneteskan air mata. Setelah menunggu sejak 2010, Arina akhirnya berangkat dalam kondisi sehat, telah mempersiapkan fisik dan mental dengan latihan jalan kaki, vitamin, dan perlengkapan haji. Harapan keluarga, ibadahnya lancar dan penuh berkah, hingga menjadi haji yang mabrur.



