KEDIRI — DPRD Kabupaten Kediri menegaskan pentingnya peran strategis media dalam menjaga stabilitas sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Tematik Pimpinan DPRD bersama insan pers bertajuk “Bersama Media, Menjaga Kediri Damai” yang digelar di Ruang Tegowangi BKAD, Selasa lalu.
Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, membuka langsung forum tersebut. Ia menekankan bahwa media memiliki posisi krusial dalam memperkuat persatuan, khususnya melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.
“Media diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi filter terhadap potensi penyebaran hoaks yang dapat memicu keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh media di Kediri, di antaranya Ketua PWI Kediri Bambang Iswahyoedi, perwakilan AJI Kediri Danu Sukendro, Ketua IJTI Kediri Roma Duwi Juliandi, serta Direktur Radar Kediri Kurniawan Muhammad.
Dalam paparannya, para narasumber sepakat bahwa media massa—baik cetak, daring, televisi, maupun radio—memegang peran vital dalam menjaga ruang publik tetap sehat. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik serta penerapan prinsip jurnalisme damai dalam setiap produk pemberitaan.
Selain itu, insan pers juga didorong untuk lebih peka terhadap potensi konflik sosial, termasuk mendeteksi sejak dini isu-isu yang berpotensi berkembang menjadi disinformasi. Penguatan narasi berbasis fakta dinilai menjadi kunci untuk meredam berkembangnya informasi provokatif.
Tak hanya itu, pendekatan jurnalisme konstruktif turut disorot sebagai strategi menghadirkan pemberitaan yang tidak sekadar mengkritisi, tetapi juga menawarkan perspektif solutif dan berorientasi masa depan.
Di sisi lain, media juga diingatkan untuk tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan publik, sekaligus menjadi sarana edukasi yang mencerdaskan masyarakat serta memperkuat kohesi sosial.
Diskusi berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang interaktif, mencerminkan tingginya perhatian insan media terhadap tantangan menjaga kualitas informasi di tengah era disrupsi digital. (*)



