KEDIRI – Malam yang semestinya berjalan tenang di kawasan Mojoroto Gang 8, Kota Kediri, mendadak berubah mencekam. Seorang pria berinisial EY (43) datang ke sebuah warung kopi (warkop) biliar sambil membawa parang dan diduga mengancam seorang warga.
Insiden yang terjadi pada Jumat malam (14/8) itu berujung pada luka di tangan kanan korban berinisial RIF. Korban bahkan harus mendapat perawatan di RSM Ahmad Dahlan dan menjalani 24 jahitan.
Menurut keterangan warga, EY dan RIF disebut masih memiliki hubungan kerabat. Persoalan yang diduga menjadi pemicu aksi tersebut berkaitan dengan masalah utang piutang.
Ketegangan bermula ketika warga berusaha menanyakan persoalan tersebut. Namun, suasana justru memanas. Parang yang dibawa EY kemudian ditodongkan ke arah korban.
Dalam situasi tersebut, korban disebut sempat memegang parang. Ketika pelaku menarik senjata tajam itu, tangan korban terluka.
“Parangnya dipegang korban. Saat pelaku menarik parang itu, tangan korban terluka bahkan harus mengalami 24 jahitan di RSM Ahmad Dahlan,” ujar seorang warga.
Luka sayatan pada tangan kanan membuat korban harus menjalani perawatan medis. Peristiwa yang berlangsung di tengah aktivitas warga itu pun sontak memicu keresahan.
Pelaku Sempat Melarikan Diri
Usai kejadian, EY disebut berusaha meninggalkan lokasi untuk menghindari kejaran massa. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut di wilayah Sidomulyo, Kecamatan Semen.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melalui Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku ini berusaha melarikan diri dan berhasil kita amankan di wilayah Sidomulyo Semen. Setelah menjalani pemeriksaan, kita sudah tetapkan menjadi tersangka,” jelasnya.
Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan, EY kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi mempersangkakan EY dengan Pasal 466 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan.
Warga Sebut Bukan Kali Pertama Bikin Resah
Di balik insiden tersebut, sejumlah warga sekitar mengungkap adanya riwayat perilaku EY yang disebut pernah menimbulkan keresahan di lingkungan.
Warga menyebut pria tersebut beberapa kali terlibat persoalan di kawasan tempat tinggalnya. Namun, keterangan mengenai kejadian-kejadian sebelumnya itu masih berdasarkan penuturan warga dan tidak seluruhnya menjadi bagian dari perkara yang kini ditangani kepolisian.
Beberapa warga mengaku pernah mengetahui EY terlibat persoalan hingga sempat dikeroyok orang. Ia juga disebut kerap mabuk dan membuat keributan dengan memutar musik menggunakan perangkat sound system berdaya suara keras di jalan.
Situasi tersebut, menurut warga, bahkan pernah membuat tiga pilar bersama Satpol PP mendatangi lokasi.
Rangkaian kejadian itu membuat warga berharap situasi di lingkungan mereka kembali tenang. Terlebih, insiden terbaru melibatkan senjata tajam dan menyebabkan seorang warga harus mendapat perawatan medis.
Kini, perkara tersebut berada dalam penanganan kepolisian. Sementara korban masih menjalani pemulihan setelah mengalami luka sayatan pada tangan kanannya.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



