AI Jadi Senjata Baru ASN Pemkot Kediri untuk Percepat Pekerjaan Administratif

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Teknologi ini dikenalkan bukan untuk menggantikan peran ASN, melainkan membantu menyederhanakan pekerjaan rutin agar lebih cepat dan efisien.

Upaya tersebut dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri melalui pelatihan pemanfaatan AI bagi seluruh karyawan di lingkungan kantor Disperdagin, Kamis (1/10). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Disperdagin itu berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri sebagai narasumber.

Kepala Disperdagin Kota Kediri Bagus Alit mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Menurut dia, AI dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif yang selama ini dilakukan secara rutin, mulai dari penyusunan surat hingga pembuatan dokumen.

“Pemanfaatan AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran ASN, namun membantu menyederhanakan pekerjaan yang bersifat rutin. Dengan demikian, ASN dapat lebih fokus pada ide, gagasan, analisis dan pengambilan keputusan,” kata Bagus.

Ia menilai kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi semakin penting bagi ASN. Perkembangan AI yang berlangsung cepat membuat aparatur perlu memahami cara menggunakan teknologi tersebut secara tepat agar memberikan manfaat nyata dalam pekerjaan.

“Dengan teman-teman yang semakin melek AI, harapannya pekerjaan menjadi lebih efisien, bisa lebih cepat, dan hasilnya juga lebih optimal,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep dasar dan pemanfaatan AI. Mereka juga diajak melakukan praktik secara langsung, salah satunya mempelajari teknik prompting.

Teknik tersebut berkaitan dengan cara memberikan instruksi kepada AI secara tepat dan terstruktur sehingga hasil yang diperoleh dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00-10.30 WIB, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 10.30-12.00 WIB.

Bagus berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman ASN terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus mendorong penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.

“Pemanfaatan AI dapat menjadi bagian dari upaya transformasi digital dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. ASN diharapkan tidak hanya mengenal AI, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan tugas,” pungkasnya.