Bendera Merah Putih Raksasa Membelah Kota Kediri, 1.147 Langkah Pasang Kaki Sambut HUT ke-81 RI

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Ribuan langkah warga Kota Kediri menyatu dalam satu irama, Minggu (16/8). Di antara barisan panjang itu, Merah Putih raksasa terbentang, menjadi simbol persatuan yang diarak dari Balai Kota Kediri menuju Kawasan Wisata Goa Selomangleng.

Sebanyak 1.147 peserta berjalan bersama dalam Kirab Bendera Merah Putih Raksasa untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pakaian bernuansa merah putih dan busana nusantara memenuhi barisan, berpadu dengan seragam TNI-Polri serta atribut organisasi kepemudaan, pelajar, komunitas, dan masyarakat.

Kirab itu bukan semata perjalanan membawa sebuah bendera. Di sepanjang rute, ribuan peserta seolah menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan juga hidup melalui kebersamaan, gotong royong, dan kesediaan untuk berjalan bersama di tengah keberagaman.

Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai TNI-Polri, Suketeki, Pemuda Pancasila, Pramuka, KNPI, KONI, KORMI, pelajar SMA negeri dan swasta, hingga para santri dari sejumlah pondok pesantren, termasuk LDII, Wahidiyah, dan Lirboyo.

Keberagaman itu justru menjadi warna utama kirab. Seragam aparat berdampingan dengan pakaian pelajar, busana nusantara, hingga atribut organisasi kepemudaan. Semuanya berada dalam satu barisan di bawah kibaran Merah Putih.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kirab tersebut menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut kemerdekaan Indonesia.

Menurut Vinanda, perjuangan itu tidak berhenti ketika kemerdekaan berhasil diraih. Generasi masa kini memiliki tugas untuk mengisinya melalui karya, inovasi, pembelajaran, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berkarya, berinovasi, serta memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kota Kediri,” kata Vinanda.

Antusiasme generasi muda dalam mengikuti kirab, lanjutnya, menunjukkan bahwa semangat persatuan masih tumbuh kuat. Keterlibatan mereka diharapkan tidak berhenti dalam satu kegiatan seremonial, tetapi menjadi energi positif untuk ikut mendorong kemajuan Kota Kediri.

Pesan tentang menjaga semangat perjuangan juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Bambang Priyambodo.

Ia menyebut keterlibatan anak muda dalam kirab merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masa kini. Semangat patriotisme, menurutnya, perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Semangat patriotisme agar tetap dijaga karena ini merupakan bentuk kecil pengabdian kita terhadap bangsa dan negara,” ujar Bambang.

Kirab Merah Putih Raksasa tersebut telah menjadi agenda tahunan di Kota Kediri. Menurut Bambang, kegiatan itu bermula dari gagasan kreatif pemuda dan pemudi Kota Kediri sebelum berkembang menjadi kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Usai diarak dari Balai Kota Kediri, bendera raksasa tersebut akan dibawa menuju Gunung Klotok. Di kawasan itu, tim IKAPALA dijadwalkan membentangkan dan mengibarkan Merah Putih berukuran 40 x 60 meter.

Bendera raksasa itu terdiri atas satu bendera Merah Putih dan 12 potongan kain merah putih. Rencananya, bentangan tersebut akan mulai dipasang pada Minggu malam hingga akhir Agustus, dengan waktu pemasangan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Bendera yang digunakan saat ini telah berusia sekitar tiga tahun. Setelah rangkaian kegiatan selesai, bendera tersebut rencananya disimpan di museum yang berada di kawasan Selomangleng.

Ukuran yang tak biasa membuat bentangan Merah Putih menjadi perhatian sepanjang perjalanan. Namun, daya tarik terbesar kirab bukan hanya pada besarnya bendera, melainkan pada ribuan orang yang memilih berjalan bersama di bawah warna yang sama.

Pelajar, pemuda, santri, komunitas, organisasi masyarakat, hingga aparat melebur dalam satu barisan. Perbedaan latar belakang seakan kehilangan sekat ketika langkah mereka diarahkan pada satu tujuan: merayakan kemerdekaan sekaligus merawat persatuan.

Dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Kirab Bendera Merah Putih Raksasa dari Balai Kota Kediri menuju Goa Selomangleng menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kemerdekaan dapat dimaknai.

Bukan hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan menjaga persaudaraan, menumbuhkan semangat berkarya, dan memastikan Merah Putih tetap menjadi titik temu bagi seluruh elemen masyarakat.

Jurnalis: Anisa Fadila