KEDIRI – Sebuah gedung baru tak hanya menghadirkan dinding dan ruang kerja yang lebih luas. Di Kota Kediri, bangunan itu diharapkan menjadi titik lahirnya semangat baru dalam menjaga ketenteraman masyarakat sekaligus mempercepat pelayanan publik melalui sentuhan inovasi dan teknologi.
Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri tasyakuran kantor baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Jumat (31/7).
Menurut Vinanda, perpindahan kantor bukan sekadar soal berganti alamat. Fasilitas yang lebih representatif harus mampu menjadi pemantik perubahan budaya kerja sekaligus melahirkan berbagai inovasi untuk menjawab tantangan penegakan peraturan daerah yang semakin dinamis.
“Kami berharap kantor baru ini menghadirkan semangat baru untuk melahirkan berbagai inovasi. Inovasi sangat dibutuhkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin cepat, efektif, dan berkualitas,” ujar Vinanda.
Ia menjelaskan, selama ini kondisi kantor lama sudah tidak lagi memadai. Keterbatasan ruang membuat beberapa bidang harus berbagi ruangan, sementara fasilitas penyimpanan barang bukti juga belum mampu mendukung kebutuhan operasional secara optimal.
Dengan kantor baru, Vinanda optimistis koordinasi antarpersonel akan semakin baik sehingga mampu meningkatkan profesionalisme Satpol PP dalam menciptakan Kota Kediri yang aman, nyaman, tertib, dan semakin MAPAN.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Satpol PP Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetyo mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah inovasi berbasis teknologi.
Salah satunya ialah pemasangan kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi pengeras suara di sejumlah taman kota. Melalui sistem tersebut, petugas dapat memberikan imbauan secara langsung apabila ditemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, Satpol PP juga menyiapkan program patroli Polisi Cantik (Poltik) sebagai bagian dari pendekatan yang lebih humanis dalam menjaga ketertiban masyarakat.
“Kami ingin mengamankan kota tanpa harus selalu mengerahkan banyak personel. Dengan dukungan teknologi dan perangkat digital, penggunaan sumber daya manusia bisa lebih efisien sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin optimal,” kata Paulus.
Di balik berbagai inovasi tersebut, Satpol PP masih menghadapi sejumlah tantangan dalam penegakan peraturan daerah. Beberapa di antaranya ialah masih ditemukannya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di luar lokasi yang telah ditetapkan, tempat hiburan malam yang belum mengantongi izin, hingga peredaran minuman beralkohol di sejumlah titik.
Keberadaan kantor baru beserta berbagai inovasi yang tengah dipersiapkan diharapkan menjadi langkah awal transformasi Satpol PP Kota Kediri. Tak hanya memperkuat penegakan peraturan daerah, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, adaptif, dan humanis seiring berkembangnya dinamika perkotaan.
jurnalis : Navima Aulya Sava



