KEDIRI — Penanganan stunting di Kota Kediri terus didorong melalui berbagai langkah yang dilakukan secara berkelanjutan. Tak hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan (PMT), pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat Posyandu menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan kondisi balita terus terpantau.
Upaya tersebut terlihat di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto. Ketua TP PKK Kota Kediri Ning Faiqoh Azizah Muhammad bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan monitoring di Posyandu 6 SPM, Senin (14/9).
Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia. Ning Faiqoh didampingi PKK Pokja 4, jajaran Dinkes Kota Kediri, sejumlah bidan Puskesmas, serta perangkat Kelurahan Gayam.
Hasil monitoring menunjukkan kegiatan Posyandu berjalan baik. Kekompakan antara kader dan masyarakat menjadi salah satu hal yang mendapat apresiasi.
Di Posyandu 6 SPM terdapat 22 balita dan 26 lansia. Seluruh sasaran balita hadir dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, sejumlah lansia yang tidak dapat datang karena kondisi kesehatan akan mendapatkan pelayanan melalui kunjungan.
Menurut Ning Faiqoh, keterlibatan bersama menjadi bagian penting dalam upaya menangani stunting. Ia menilai persoalan stunting tidak tepat jika hanya dibebankan kepada ibu atau orang tua karena penyebabnya dapat dipengaruhi berbagai faktor.
“Karena stunting ini bukan murni karena kesalahan, gizinya yang kurang atau gimana, enggak. Terkadang banyak faktor untuk terjadinya stunting ini,” ujar Ning Faiqoh.
Karena itu, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemberian PMT penyuluhan maupun PMT pemulihan menjadi bagian dari intervensi untuk membantu memperbaiki kondisi anak.
Menurut Ning Faiqoh, berbagai intervensi tersebut mulai menunjukkan perkembangan secara bertahap. Ia juga mengajak masyarakat turut berperan dalam mendukung penanganan stunting sekaligus mendukung visi dan misi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat kelurahan, perhatian terhadap balita stunting dilakukan melalui pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Lurah Gayam Denny Eka Putra mengatakan anak yang telah tervalidasi mengalami stunting mendapatkan perhatian lebih intensif. Perkembangan mereka dipantau, dicatat, dan direkap secara berkala.
“Ada pemberian PMT untuk anak stunting dan dilakukan pengawasan secara intensif terhadap tumbuh kembangnya. Perkembangannya terus dipantau, dicatat, dan direkap,” kata Denny.
Kelurahan juga berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan atau konsultasi lanjutan. Jika diperlukan, warga dapat diantar ke Puskesmas terdekat menggunakan mobil layanan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Kader Kesehatan Kelurahan Gayam Endah Lukito Rini mengatakan kondisi perkembangan balita di Posyandu 6 SPM secara umum cukup baik. Dari 22 sasaran balita, seluruhnya mengikuti kegiatan Posyandu.
Meski demikian, masih terdapat tiga anak yang mengalami stunting. Satu kasus tambahan tercatat sejak sekitar Juli.
Dalam pemantauan tersebut, kondisi fisik orang tua juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, khususnya dalam kaitannya dengan pertumbuhan tinggi badan anak.
Pendampingan terhadap balita stunting pun tidak berhenti pada pemberian makanan tambahan. Para kader turut memberikan perhatian terhadap pola makan dan pola asuh anak.
“Kita mengajak khususnya untuk ibu-ibunya ya untuk memperhatikan pola makan, juga pola asuhnya seperti apa agar menekan stunting,” ujar Endah.
Pemantauan dilakukan bersama bidan wilayah. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, bidan akan memberikan rujukan ke Puskesmas agar anak dapat memperoleh pemeriksaan dari dokter, ahli gizi, maupun dokter spesialis anak.
Dukungan terhadap tumbuh kembang balita juga datang dari berbagai pihak. Selain intervensi dari Puskesmas, terdapat dukungan melalui program ketahanan pangan.
Bantuan susu dari Puskesmas diberikan setiap tiga bulan sekali, sedangkan PMT untuk balita diberikan setiap hari selama 28 hari.
Tak berhenti di sana, keterlibatan masyarakat juga diwujudkan melalui program “sedekah telur” yang dijalankan kader KB Kelurahan Gayam. Program tersebut ditujukan untuk menambah asupan protein bagi balita yang mengalami stunting.
“Dari kader KB itu juga ada sedekah telur. Jadi, fokusnya ke protein. Setiap bulan itu kader KB iuran buat sedekah telur ke balita yang stunting,” kata Endah.
Program sedekah telur tersebut sebelumnya mendapat dukungan pemerintah pada Agustus. Kader KB Kelurahan Gayam selanjutnya berencana melanjutkan program itu secara rutin setiap bulan.
Berbagai langkah tersebut menunjukkan penanganan stunting di Kelurahan Gayam dilakukan melalui sejumlah lapisan. Mulai dari pemantauan tumbuh kembang di Posyandu, pemberian PMT, pendampingan tenaga kesehatan, fasilitasi akses pemeriksaan, hingga dukungan tambahan asupan protein melalui program sedekah telur.
Dengan pola penanganan yang melibatkan kader, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, upaya menekan stunting di tingkat lokal diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Jurnalis: Anisa Fadila



