KEDIRI – Sebuah kota tak hanya dikenang dari deretan bangunannya, tetapi juga dari ruang-ruang hijau yang memberi napas bagi warganya. Di tengah denyut pembangunan, Pemerintah Kota Kediri terus menanam harapan melalui hadirnya ruang terbuka hijau yang tak sekadar mempercantik wajah kota, melainkan juga menjadi ruang hidup, ruang belajar, dan ruang kebersamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Sudanco Supriadi, Jumat (31/7), setelah sebelumnya menggelar aksi bersih-bersih saluran sungai di kawasan Taman Sekartaji sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri.
Kegiatan diawali dengan gowes bersama dari Balai Kota menuju Taman Sekartaji yang diikuti Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha, jajaran Forkopimda, serta sejumlah peserta lainnya.
Setibanya di lokasi, rombongan bersama personel TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), Pramuka, hingga komunitas Suket Teki bergotong royong membersihkan sampah dan sedimen yang memenuhi saluran air di sisi utara dan barat Taman Sekartaji.
Usai aksi bersih lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian ruang terbuka hijau di Jalan Sudanco Supriadi yang ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, keberadaan ruang terbuka hijau baru menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lebih banyak ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berinteraksi, berekreasi, sekaligus belajar mencintai lingkungan.
“Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Kediri untuk mewujudkan kota yang lebih hijau, lebih indah, lebih rapi, dan lebih bersih,” ujar Vinanda.
Ia berharap lahan-lahan yang belum termanfaatkan di berbagai sudut kota ke depan dapat disulap menjadi taman sehingga manfaat ruang hijau semakin dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tersebut juga bergantung pada kepedulian warga dalam menjaga kebersihan serta merawat fasilitas yang telah tersedia.
“Saya titip pesan kepada seluruh pengunjung agar selalu menjaga kebersihan, memanfaatkan seluruh fasilitas taman dengan bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga taman ini dapat terus dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan, penataan RTH di Jalan Sudanco Supriadi mengusung konsep taman bunga sesuai arahan Wali Kota Kediri. Berbagai jenis tanaman berbunga ditanam di sejumlah sudut taman dan dipadukan dengan air terjun buatan sehingga menghadirkan suasana yang lebih sejuk, indah, dan nyaman bagi masyarakat.
Meski demikian, Indun mengungkapkan bahwa Kota Kediri masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target luasan ruang terbuka hijau sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Saat ini, luas RTH di Kota Kediri baru mencapai sekitar 11 persen, masih berada di bawah target minimal 20 persen. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan penambahan ruang hijau secara bertahap.
“Saat ini ruang terbuka hijau di Kota Kediri baru mencapai sekitar 11 persen. Jadi kami terus berupaya mencapai target 20 persen,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, DLHKP telah memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau. Salah satu kawasan yang menjadi prioritas penataan adalah area Monumen Pancasila yang direncanakan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang hijau sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Kota Kediri.
jurnalis : Anisa Fadila



