SMK Ini Jadi Sorotan! Ratusan Lulusan Langsung Kerja, Puluhan Tembus Jepang

KEDIRI – Dunia pendidikan vokasi di Kabupaten Kediri mencatat capaian membanggakan. SMKN 1 Ngasem berhasil meningkatkan jumlah lulusan yang lolos bekerja ke Jepang hingga hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, memberikan apresiasi khusus atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata implementasi program SMK Go Global, yang mendorong lulusan SMK memiliki daya saing hingga tingkat internasional.

Sementara itu, Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Ngasem sekaligus Ketua Forum BKK SMK Kabupaten Kediri, Tori Adi Surya, menjelaskan bahwa Jepang menjadi negara tujuan utama karena memiliki sistem ketenagakerjaan yang tertata, legal, dan memberikan perlindungan kuat bagi pekerja migran.

Tahun ini, sebanyak 20 siswa SMKN 1 Ngasem berhasil lolos seleksi kerja di Jepang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya empat siswa. Saat ini, para siswa tersebut tengah menjalani pelatihan di dua lembaga penyalur resmi, yakni PT Manabu Insan Mulia dan PT Kazoku Indonesia Center sebelum diberangkatkan.

Menurut Tori, keberhasilan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pendampingan berkelanjutan bersama lembaga Sending Organization (SO) resmi yang menghubungkan calon pekerja dengan perusahaan di Jepang secara legal.

Ia juga menegaskan bahwa sistem kerja di Jepang mengharuskan adanya kontrak kerja sebelum keberangkatan, sehingga proses penempatan lebih aman, transparan, dan meminimalisasi risiko penipuan maupun perdagangan orang.

Dari sisi peluang kerja, lulusan SMK memiliki kesempatan di berbagai sektor seperti manufaktur, konstruksi, pertanian, perikanan, hingga hospitality dan caregiver. Namun, sektor manufaktur masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Peserta program berasal dari berbagai jurusan, dengan Teknik Komputer dan Jaringan menjadi penyumbang terbanyak, disusul Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Kuliner, hingga Desain Pemodelan Bangunan. Menurut sekolah, kompetensi teknik tetap menjadi yang paling banyak dibutuhkan industri Jepang.

Untuk memperkuat kesiapan lulusan, SMKN 1 Ngasem juga melakukan pemetaan minat siswa sejak kelas XII, mulai dari pilihan bekerja, kuliah, hingga berwirausaha, termasuk target lokasi kerja dalam dan luar negeri.

Selain itu, sekolah rutin mengadakan pembelajaran bahasa Jepang gratis setiap Sabtu melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan. Program ini diberikan sejak kelas X agar siswa lebih siap menghadapi seleksi kerja dan adaptasi budaya di Jepang.

Ke depan, sekolah juga tengah mengupayakan dukungan program SMK Go Global untuk membantu pembiayaan pelatihan bahasa dan budaya Jepang, sekaligus meringankan persiapan keberangkatan siswa.

SMKN 1 Ngasem juga berencana membentuk Ikatan Alumni Jepang sebagai wadah berbagi pengalaman dan inspirasi bagi siswa lain yang ingin mengikuti jejak serupa.

“Target kami ke depan bisa meningkat lebih dari 50 siswa yang berangkat ke Jepang,” ujar Tori optimistis.

Tidak hanya itu, dari total 666 lulusan tahun ini, sebanyak 294 siswa telah terserap dunia kerja bahkan sebelum kelulusan, menunjukkan kuatnya jaringan industri melalui BKK sekolah.

Selain bekerja di luar negeri, sebanyak 22 siswa juga berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik melalui jalur SNBP, SPAN-PTKIN, maupun perguruan tinggi swasta. Data tersebut bahkan menjadi yang tertinggi di SMK se-Kabupaten Kediri untuk jalur SNBP.

Bagi SMKN 1 Ngasem, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak generasi muda yang siap kerja, siap kuliah, dan siap bersaing di tingkat global.

jurnalis : Anisa Fadila