KEDIRI — Atmosfer Sirkuit Non Permanen GOR Joyoboyo, Kota Kediri, memanas oleh deru mesin dan sengitnya persaingan pembalap dalam Final Round MCR 2026 Wali Kota Kediri Cup, Sabtu–Minggu (7–8 Februari 2026). Ajang ini tidak hanya menjadi puncak kompetisi balap road race nasional, tetapi juga menghadirkan harapan lahirnya atlet-atlet balap masa depan dari berbagai daerah.
Ratusan pembalap lintas provinsi ambil bagian dalam putaran pamungkas yang menjadi penentu juara umum setelah rangkaian road show nasional digelar di sejumlah kota, seperti Malang, Blora, Surabaya, dan Bojonegoro. Kota Kediri dipilih sebagai tuan rumah final round sekaligus menegaskan posisinya dalam kalender balap road race regional.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, hadir langsung meninjau sesi latihan bebas dan kualifikasi. Ia menyaksikan dari dekat semangat sportivitas para pembalap yang tengah mempersiapkan diri menghadapi balapan puncak. Kehadiran orang nomor dua di Kota Kediri itu menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga otomotif.
“Event seperti ini menjadi wadah prestasi bagi anak muda sekaligus hiburan positif bagi masyarakat. Harapannya, ke depan semakin banyak bibit atlet balap yang lahir dari kegiatan seperti ini,” ujar Qowimuddin.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris IMI Kediri sekaligus perwakilan panitia, Ronggo, menjelaskan bahwa MCR 2026 merupakan seri pamungkas dari rangkaian kejuaraan yang telah berlangsung di berbagai daerah. Penunjukan Kota Kediri sebagai lokasi final menjadi bukti kepercayaan terhadap kesiapan daerah dalam menggelar event otomotif berskala nasional.
“Final round ini diikuti pembalap dari berbagai provinsi. Total peserta diperkirakan mencapai 264 pembalap,” ungkapnya.
Dalam kejuaraan ini, lebih dari 20 kelas dipertandingkan, mulai dari kategori motor standar hingga non-standar, dengan rentang usia peserta yang beragam. Bahkan, sejumlah pembalap usia dini turut ambil bagian, menunjukkan kuatnya proses regenerasi atlet road race di daerah.
“Dari Kota Kediri sendiri ada pembalap usia 7, 10, dan 11 tahun. Ini membuktikan bahwa Kediri memiliki bibit atlet road race yang potensial. Ajang ini sekaligus menjadi sarana pemetaan atlet berbakat di bawah naungan IMI,” jelas Ronggo.
Tak hanya berdampak pada dunia olahraga, kehadiran pembalap bersama keluarga, tim, dan ofisial klub turut menggerakkan roda perekonomian lokal. Sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan selama event berlangsung. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan program Kediri City Tourism.
Pada hari pertama pelaksanaan, selain sesi latihan bebas, para pembalap juga mengikuti kualifikasi time trial (KTT) untuk menentukan posisi start. Tahapan ini menjadi krusial karena catatan waktu tercepat sangat berpengaruh terhadap strategi balap di final race.
Salah satu pembalap muda asal Kediri, Arilnio (10), turut ambil bagian di kelas beginner 150cc. Siswa kelas 5 SD Pelangi Bangsa, Kelurahan Dermo, tersebut mengaku telah menjalani latihan intensif bersama ayahnya selama dua pekan terakhir sebagai persiapan menghadapi kejuaraan ini.
“Saya ingin jadi pembalap seperti ayah. Targetnya bisa juara satu dan suatu saat dikontrak tim besar,” ucapnya penuh semangat.
Sebelumnya, Arilnio tercatat pernah meraih juara tiga Mini GP 50cc dan finis posisi kelima kelas beginner 150cc di Boyolali. Ia menuturkan, selama ini harus berlatih hingga ke Blitar karena keterbatasan lintasan di Kota Kediri. Menurutnya, lintasan non permanen GOR Joyoboyo cukup menantang karena cenderung licin.
Ia pun berharap ke depan Kota Kediri memiliki sirkuit road race permanen yang representatif agar pembalap muda dapat berlatih lebih optimal.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, serta perwakilan KONI Kota Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga otomotif di daerah.
Antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton menjadikan gelaran Final Round MCR 2026 tidak hanya bernilai kompetisi, tetapi juga hiburan bagi masyarakat. Penyelenggaraan perdana di Kota Kediri ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan yang berkontribusi pada lahirnya atlet berprestasi sekaligus memperkuat citra sport tourism Kota Kediri.









