KEDIRI — Raut bahagia tampak di wajah lansia, buruh pabrik, penyandang disabilitas, hingga relawan sosial saat program Sapa Bansos 2026 digelar di Balai Kota Kediri, Sabtu (23/5). Sebanyak 1.052 penerima manfaat menerima bantuan sosial dan tali asih senilai Rp1,819 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang diharapkan dapat mendorong masyarakat “naik kelas” secara ekonomi dan sosial, tanpa ada pengurangan jumlah maupun nilai bantuan meski ada efisiensi anggaran.
Acara yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Kediri, Forkopimda, DPRD Kota Kediri, TNI-Polri, Kejaksaan, serta Dinas Sosial ini, menyalurkan bantuan secara simbolis, termasuk Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus, Bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) PPKS Jawara, BLT buruh pabrik, zakat produktif, hingga tali asih bagi relawan sosial.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan peran penting relawan sosial sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Mereka sebetulnya adalah kepanjangan tangan dari kita semua untuk bisa melakukan penjangkauan,” ujarnya, sembari mendoakan agar bantuan membawa kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, dan keberkahan bagi penerima.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa Kota Kediri menjadi kota pertama yang disambangi Sapa Bansos tahun ini setelah sebelumnya menyasar 19 kabupaten. Bantuan yang disalurkan mencakup 485 penerima PKH Plus, 265 BLT buruh pabrik, 125 bantuan kemiskinan ekstrem, 55 ASPD, 24 PPKS Jawara, 48 tali asih pilar sosial, dan 50 penerima zakat produktif dari BUMD. Restu menegaskan, program ini diharapkan membantu masyarakat meningkatkan akses pendidikan anak dan layanan kesehatan, sekaligus memberi peluang “naik kelas” bagi kelompok desil satu.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyambut positif perhatian Provinsi Jatim terhadap kelompok rentan. Menurutnya, program Sapa Bansos bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi juga penguatan semangat dan keberpihakan negara. Ia menambahkan, Kota Kediri sedang melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan tepat sasaran.
Dengan sentuhan relawan sosial, TKSK, pendamping PKH Plus, dan Tagana yang setia mendampingi, program ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan sosial di Jatim tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk meningkat kesejahteraannya.



