KEDIRI – Menjawab aduan disampaikan Relawan Kesehatan (Rekan) Jawa Timur terkait dampak polusi terhadap warga sekitar dari musim giling dilakukan PG Mrican. Melalui Amin Yuliardi selaku humas memberikan penjelasan. Bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Lurah Dermo bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Sejak 15 Juni giling dan ini memasuki giling awal. Yang paling parah di RT 04 Dermo. Kemarin sudah ada koordinasi dengan Lurah Dermo didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Tujuannya untuk meminimalisir abu dan PG saat ini akan ada perbaikan pembuangan abu,” jelasnya, Sabtu kemarin.
Terkait jaminan kesehatan kepada warga terdampak? Amin menjelaskan, “Bahwa selama ini pihaknya tidak mendapat data dari pihak puskesmas terkait sakit nafas seperti yang disebutkan. Untuk kompensasi, PG Mrican selalu memberikan setiap tahun saat musim giling berupa sembako berisi gula 1 kg dan minyak goring 1 liter,” terangnya.
Kasi Humas membenarkan bahwa untuk tahun ini memang kompensasi yang diberikan agak menurun karena terkait dana harus mendapat persetujuan dari pusat. “Kemarin waktu qurban kita juga bagi bagi ke warga sekitar. Menginjak bulan Agustus PG Mrican juga selalu memberikan uang untuk kegiatan Agustusan,” ucapnya.
Usai musim giling tahun ini, pihak manajemen telah merencanakan akan memasang payung pada ujung cerobong. “Dari dulu sampai sekarang, PG Mrican belum ada payung yang digunakan untuk meminimalisir debu. Atas saran pabrik gula lainnya, akan direalisasikan setelah giling ini selesai,” terang Amin.
Jurnalis : Oktavian Yogi Pratama Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









