KEDIRI – Lomba menembak antarpimpinan Kecamatan (Forkopimca) se-Kabupaten Kediri mendadak jadi sorotan. Ajang yang digelar di Lapangan Tembak Tathya Dharaka, Plosoklaten, Jumat (05/06), tidak hanya mempertontonkan ketepatan membidik sasaran, tapi juga mempererat sinergi antara Pemkab Kediri, TNI, dan Polri.
Sebanyak 19 tim, terdiri dari kapolsek, camat, dan danramil, saling adu kemampuan menembak dengan pistol laras pendek dari jarak 15 meter. Meski terlihat serius, momen ini justru memunculkan cerita lucu dan mengejutkan, terutama bagi peserta yang baru pertama kali memegang pistol.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo, menegaskan bahwa lomba menembak bukan sekadar kompetisi. “Kegiatan ini bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus sarana memperkuat guyub, sambung roso, dan sinergi di tingkat kecamatan. Dengan kebersamaan ini, koordinasi di lapangan akan semakin mudah,” ujarnya.
Selain mempererat kerja sama, lomba ini menjadi ajang perkenalan Lapangan Tembak Tathya Dharaka yang baru diresmikan sekitar dua bulan lalu. Fasilitas ini siap dimanfaatkan untuk latihan maupun kegiatan perlombaan oleh pemerintah daerah, TNI, maupun Polri.
Kisah unik datang dari Plt Camat Kepung, Agus Joko Purnomo. Baru pertama kali memegang pistol, Agus hanya mengenai dua sasaran dari enam peluru. “Kalau dulu pernah pakai laras panjang, ternyata menembak pistol lebih sulit. Tangannya lebih keras dan tekniknya berbeda,” ungkapnya sambil tersenyum. Yang mengejutkan, ia datang tanpa persiapan atau latihan sama sekali.
Meski hasilnya belum maksimal, Agus menilai lomba ini memberi pengalaman tak terlupakan sekaligus memperkuat kolaborasi tiga pilar di tingkat kecamatan. Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar untuk memperkuat kerja sama menjaga keamanan masyarakat Kediri.
Di tengah suara letusan senjata yang menggema sepanjang lomba, semangat kebersamaan terlihat lebih dominan dibanding sekadar mengejar gelar juara. Untuk sebagian peserta, terutama yang baru pertama kali memegang pistol, lomba ini menjadi pengalaman baru yang mempererat hubungan antarpilar pemerintahan demi menciptakan wilayah Kabupaten Kediri yang kondusif.



