KEDIRI — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Ikhlas SMPN 2 Kediri, Senin (9/3), ketika ratusan siswa mengikuti kegiatan literasi Mushaf Al-Qur’an. Para pelajar tampak tekun menulis dan menebalkan ayat-ayat suci, sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Kegiatan bertema “Membangun Generasi Qur’ani untuk Mewujudkan Masyarakat Agamis yang Beradab dan Berilmu” ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta MGMP/KKG/FKG Pendidikan Agama Islam Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa literasi mushaf Al-Qur’an tidak sekadar melatih keterampilan menulis ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi sarana membangun pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya menulis atau menebalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai metode pembelajaran yang mendorong siswa lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui praktik langsung.
Dengan menulis atau menebalkan ayat-ayat suci, para siswa tidak hanya dilatih ketelitiannya, tetapi juga diharapkan semakin akrab dengan kitab suci umat Islam tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan melatih ketelitian sekaligus menumbuhkan kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an,” katanya.
Pada tahun ini, kegiatan literasi mushaf diikuti sekitar 2.300 siswa dari jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta di Kota Kediri. Para peserta merupakan perwakilan dari masing-masing sekolah.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa sehingga gerakan literasi Al-Qur’an dapat dirasakan secara lebih luas di lingkungan pendidikan.
Selain kegiatan literasi mushaf, panitia juga menyerahkan Al-Qur’an kepada para guru dan pembina sebagai dukungan terhadap proses pembelajaran di sekolah. Dalam kesempatan yang sama, santunan turut diberikan kepada anak-anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial yang melengkapi rangkaian kegiatan tersebut.









