Mbak Wali : Kesempatan Emas! Anak Miskin di Kediri Bisa Sekolah Gratis, Lengkap dengan Asrama dan Magang Internasional

KEDIRI — Anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Kediri kini punya kesempatan emas untuk mengubah masa depan mereka. Pemerintah Kota Kediri resmi menyiapkan Sekolah Rakyat (SR) berkonsep boarding school yang sepenuhnya gratis, khusus untuk warga miskin dan miskin ekstrem, yang ditargetkan beroperasi mulai tahun akademik 2026/2027 di Kelurahan Lirboyo.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara langsung meninjau kesiapan sekolah, termasuk sarana, prasarana, dan kualitas pembangunan, Senin (25/5). Dari peninjauan tersebut, progres pembangunan telah mencapai 64 persen. Mbak Wali menegaskan bahwa kualitas bangunan harus menjadi prioritas utama, agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

“Anak-anak ini punya hak mendapatkan pendidikan berkualitas, sehingga mereka bisa sukses dan mengentaskan kemiskinan di masa depan,” ujar Vinanda. Dia menekankan, pembangunan harus selesai tepat waktu, yakni 20 Juni mendatang, agar siswa sudah bisa mulai belajar di tahun ajaran baru.

Project Manager Sekolah Rakyat, Yolanda Faricha, memastikan pembangunan akan rampung tepat waktu. Kendala pasokan material dan tenaga kerja yang sempat terjadi kini mulai teratasi. Saat ini, kebutuhan material sudah hampir terpenuhi 95 persen, sementara kekurangannya akan dikirim secara parsial.

Jumlah pekerja yang semula 1.014 orang akan ditambah 150 tenaga kerja, untuk mempercepat penyelesaian sekolah dan asrama, mengingat konsep SR adalah boarding school. Fasilitas pendukung, seperti furnitur dan lapangan mini soccer, juga tengah dipersiapkan agar siswa bisa belajar dan bermain secara optimal.

Uniknya, bangunan sekolah menerapkan sistem gentengisasi, konsep arsitektur khusus yang disesuaikan dengan kondisi wilayah, menjadikannya berbeda dari sekolah biasa.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, terdapat sekitar 1.100 anak usia 7–18 tahun yang berpotensi masuk Sekolah Rakyat, mulai jenjang SD hingga SMA. Pada tahap awal, SR menargetkan menampung 270 siswa, dengan 90 siswa per jenjang, masing-masing kelas maksimal 30 siswa.

Kendala terbesar saat ini adalah penerimaan siswa SD, karena sebagian orang tua masih ragu melepas anaknya tinggal di asrama. Meski demikian, pendaftaran terus dibuka hingga Juni, dan Pemerintah Kota Kediri gencar melakukan sosialisasi ke seluruh kelurahan melalui pendamping PKH.

Sekolah Rakyat memberikan pendidikan gratis sepenuhnya: biaya sekolah, makan, hingga fasilitas asrama ditanggung pemerintah. Tidak hanya itu, untuk jenjang SMA, ada peluang magang bekerja sama dengan yayasan di Jepang, membuka peluang internasional bagi anak-anak Kota Kediri.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Widyapurna Nurhuda, mengajak seluruh warga Kota Kediri untuk memanfaatkan kesempatan ini. “Ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Sekolah ini benar-benar gratis dan siap membentuk generasi masa depan,” pungkasnya.

jurnalis : Anisa Fadila