KEDIRI — Upaya memperkuat swasembada jagung nasional terus digencarkan melalui program penanaman jagung serentak pada kuartal pertama tahun 2026. Kegiatan ini digelar di kawasan pertanian Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kota Kediri, Sabtu (7/3), dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah, serta para petani setempat.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi jagung.
Kegiatan di Kota Kediri dihadiri Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Kepala Perum BULOG Cabang Kediri Harisun, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, serta perwakilan kelompok tani.
Dalam sambutannya melalui konferensi daring, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa program penanaman jagung serentak merupakan bagian dari amanah Presiden dalam memperkuat swasembada pangan nasional.
Menurutnya, sektor pangan menjadi salah satu aspek strategis yang harus diperkuat di tengah dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan kenaikan harga energi yang berdampak pada kondisi ekonomi dunia.
Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemandirian melalui pengembangan sektor pangan dan energi dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki.
“Jagung memiliki peran strategis karena tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai pakan ternak serta bahan baku industri. Bahkan ke depan, jagung juga berpotensi menjadi bahan bakar alternatif,” ujarnya.
Program penanaman jagung serentak ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat produksi jagung dalam negeri. Pada kuartal pertama 2026, penanaman jagung telah dilakukan di lahan seluas sekitar 661 ribu hektare dengan estimasi produksi mencapai 3,9 hingga 4 juta ton.
Ke depan, pemerintah menargetkan perluasan lahan tanam hingga 1 juta hektare guna meningkatkan ketersediaan jagung nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani.
Kapolri menambahkan, meningkatnya minat petani untuk kembali menanam jagung menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor pangan. Namun, hal tersebut juga harus diikuti dengan jaminan penyerapan hasil panen dengan harga yang layak.
“Kita berharap hasil panen petani dapat terserap dengan harga yang baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, khususnya petani jagung,” katanya.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, pemerintah juga mendorong akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani maupun gabungan kelompok tani.
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan kapasitas produksi, termasuk memperbaiki proses pascapanen seperti pengeringan hingga pemasaran hasil panen dengan kualitas yang sesuai standar.
“Jika harga semakin baik, maka nilai tukar petani juga meningkat dan kesejahteraan mereka akan ikut terangkat,” jelasnya.
Melalui program penanaman jagung serentak ini, pemerintah bersama berbagai pihak berharap target swasembada jagung nasional dapat tercapai sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah, khususnya bagi para petani.









