KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri kini punya destinasi wisata edukasi yang wajib dikunjungi! Museum Sri Aji Jayabaya berada di Jalan Totok Kerot Desa Menang Kecamatan Pagu. Setelah dilakukan sejumlah renovasi, dibuka pada 19 Mei 2026.Sejak hari pertama, museum ini langsung diserbu pengunjung, terutama rombongan pelajar SD yang antusias belajar sejarah secara langsung.
Ahmad Khudori, Pelaksana Pelayanan Museum Sri Aji Jayabaya, mengungkapkan, minat masyarakat terhadap museum sungguh tinggi. “Sejak dibuka, banyak sekolah membawa siswanya untuk wisata edukasi. Mereka tak hanya melihat koleksi, tapi juga belajar bersama edukator tentang sejarah Kediri,” ujarnya, Senin (25/05).
Museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu, dan menampilkan konsep unik perjalanan sejarah Kediri – dari masa awal Kerajaan Kediri, era kejayaan, hingga periode kolonial. Saat ini, museum memiliki 191 koleksi, dengan 68 koleksi utama yang sudah dipamerkan, mulai dari arca peninggalan Kerajaan Kediri hingga artefak kolonial.
Salah satu daya tarik terbesar museum adalah koleksi dari Situs Tondowongso dan Adan-Adan, berupa arca-arca dengan detail pahatan yang menakjubkan. Pengunjung kerap berhenti lama untuk mengamati detailnya dan menanyakan kisah sejarah di balik setiap koleksi.
Tak hanya menambah jumlah pengunjung, museum juga melakukan pembaruan penataan ruang dan pencahayaan, termasuk vitrin khusus untuk koleksi bernilai tinggi. Namun, beberapa artefak sengaja dibiarkan terbuka agar pengunjung dapat berinteraksi langsung tanpa merusak benda bersejarah.
Rencana pengembangan museum terus berjalan. Pengelola menargetkan penambahan koleksi dan ruang transisi antara artefak arkeologika dan etnografika rampung sebelum grand launching akhir 2027. Menariknya, temuan di Situs Adan-Adan disebut lebih luas dibanding kompleks Candi Borobudur, meski rekonstruksi bangunan utama masih dalam proses.
Kini, Museum Sri Aji Jayabaya tak sekadar ruang penyimpanan sejarah, tapi berkembang menjadi pusat edukasi budaya Kediri yang semakin diminati masyarakat, membuka peluang bagi generasi muda untuk menyelami sejarah secara lebih interaktif dan menyenangkan.



