KEDIRI – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Kepung pada Senin sore membawa dampak serius bagi Desa Besowo, Kabupaten Kediri. Tanah longsor dan banjir tidak hanya menutup akses jalan utama desa, tetapi juga melumpuhkan jaringan sumber air bersih di delapan dusun.
Kepala Dusun Besowo, Bowo, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Derasnya curah hujan memicu longsor di tebing Jalan Sidodadi, wilayah Besowo Timur.
“Hujan mulai jam tiga sampai jam lima sore. Longsorannya menutup akses utama desa. Jalan tertutup lumpur dan ada pohon yang roboh,” ujar Bowo saat dikonfirmasi, Senin malam.
Material tanah dan lumpur sempat menutup badan jalan sehingga mobilitas warga terganggu. Namun, berkat kerja bakti warga secara gotong royong, akses jalan kini sudah kembali dapat dilalui meski belum sepenuhnya aman dari risiko longsor susulan.
Satu Rumah Terdampak, Pondasi Dapur Ambrol
Selain menghambat akses transportasi, longsor juga berdampak pada permukiman warga. Dapur milik Slamet, salah satu warga yang rumahnya berada di tepi tebing, mengalami kerusakan cukup parah.
Bagian pondasi dapur dilaporkan ambrol setelah tergerus tanah sepanjang kurang lebih enam meter dengan lebar sekitar 1,5 meter.
“Yang paling parah satu rumah, bagian dapurnya. Pondasinya hilang karena longsor,” jelas Bowo.
Hingga saat ini, belum ada perbaikan permanen terhadap bangunan yang terdampak. Warga baru melakukan pembersihan material longsor di sekitar lokasi. Rencananya, dapur yang rusak akan dipindahkan ke area yang lebih aman untuk menghindari risiko serupa.
Delapan Dusun Kehilangan Pasokan Air Bersih
Dampak paling luas justru terjadi pada jaringan sumber air bersih. Longsor menyebabkan aliran air terputus total di seluruh wilayah Desa Besowo.
Delapan dusun yang terdampak meliputi Genteng Barat, Genteng Timur, Krajan, Sabyu Sumberjo, Sekuning, Jaban, Besowo Timur, dan Sidodadi.
“Air mati semua. Delapan dusun semuanya tidak mengalir,” tegas Bowo.
Kondisi ini memaksa warga bergotong royong memperbaiki jaringan sumber air secara swadaya. Perbaikan sementara difokuskan pada sumber air di Dusun Sekuning agar dapat menyuplai dua dusun lebih dulu. Setelah itu, pembenahan akan dilanjutkan ke enam dusun lainnya.
“Sekarang masih tahap pembenahan sumber air. Warga kerja sendiri, dibantu dinas,” tambahnya.
Warga Harap Bantuan Penanganan Permanen
Meski akses jalan telah kembali terbuka, ancaman longsor susulan masih menghantui warga, terutama karena struktur tebing dinilai belum cukup kuat. Kerusakan jaringan sumber air juga belum sepenuhnya tertangani.
Bowo berharap Pemerintah Kabupaten Kediri segera turun tangan memberikan bantuan konkret, khususnya pembangunan geronjong atau penahan tebing untuk memperkuat badan jalan serta melindungi sumber mata air.
“Kami berharap segera ada bantuan, terutama geronjong untuk penahan jalan dan penahan sumber air. Selama ini belum ada,” ujarnya.
Warga menilai penanganan tidak boleh berhenti pada pembersihan sementara. Mereka menginginkan langkah mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan maupun kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih.
Hingga kini, warga Besowo masih berjibaku memulihkan kondisi secara bertahap sambil menanti perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah.









