Kota Kediri Ukir Sejarah, Berangkatkan Kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Jambore Nasional 2026

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Langkah kecil yang berangkat dari Balai Kota Kediri, Jumat (7/8), membawa harapan besar menuju panggung nasional. Di tengah semangat persaudaraan dan pengabdian, Kota Kediri mencatat sejarah baru dengan memberangkatkan kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) untuk pertama kalinya menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Sebanyak 38 peserta dilepas dalam seremoni tersebut, terdiri atas 32 Pramuka Penggalang dan enam Pramuka Berkebutuhan Khusus. Kehadiran peserta PBK menjadi tonggak penting bagi Gerakan Pramuka Kota Kediri sekaligus mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kota Layak Anak yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar agenda perkemahan, melainkan ruang pembelajaran yang akan membentuk karakter generasi muda.

“Kepada adik-adik, saya ingin berpesan agar menjadikan Jambore Nasional sebagai wadah untuk belajar,” ujar Vinanda.

Menurutnya, seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang panjang sehingga kesempatan mengikuti Jamnas harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, melatih kemandirian, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membangun persahabatan dengan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.

Ia juga mengingatkan seluruh kontingen agar menjaga nama baik Kota Kediri selama mengikuti kegiatan.

“Tunjukkan bahwa warga Kota Kediri memiliki sopan santun, ramah, dan mampu menjalin hubungan baik dengan siapa pun. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” pesannya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, Dr. Edy Herwiyanto, mengatakan Jambore Nasional merupakan wahana pembentukan karakter yang efektif bagi generasi muda. Menurutnya, nilai kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga etika sosial tumbuh melalui pengalaman langsung selama mengikuti kegiatan kepramukaan.

“Saya berharap lahir generasi muda Kota Kediri yang disiplin, berwawasan kebangsaan, santun, beretika, sekaligus cerdas,” katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui proses seleksi yang ketat, pembekalan peserta, hingga keberanian membuka ruang bagi Pramuka Berkebutuhan Khusus untuk bergabung dalam kontingen resmi Kota Kediri.

Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar ajang berkemah atau perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya anggota Pramuka dari seluruh Indonesia untuk bertukar budaya, pengalaman, serta memperkenalkan potensi daerah masing-masing.

“Di sana akan ada berbagai unjuk kreasi, seni, serta anjungan atau etalase yang menampilkan kekhasan masing-masing kabupaten dan kota,” jelasnya.

Adi menambahkan, keikutsertaan enam Pramuka Berkebutuhan Khusus merupakan bagian dari upaya membangun Gerakan Pramuka yang semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kami ingin mewujudkan Gerakan Pramuka yang ramah disabilitas. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Kota Kediri dalam memberikan ruang yang setara bagi seluruh anak,” ungkapnya.

Semangat inklusivitas itu turut dirasakan para orang tua peserta. Salah satunya Sutadji, ayah dari Guyub Nasrullah Aji Wicaksono, peserta penyandang autisme dari SLB Putra Asih.

Ia mengaku bangga karena putranya memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti Jambore Nasional. Menurutnya, kegiatan Pramuka telah membawa perubahan besar dalam kehidupan Guyub.

“Sejak mengikuti kegiatan Pramuka, kemandiriannya terus berkembang. Alhamdulillah pertumbuhannya sangat baik,” tuturnya.

Bagi keluarga, keberangkatan Guyub ke Cibubur menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. Anak yang dahulu bergantung pada orang tua itu kini tumbuh lebih percaya diri, mandiri, dan siap menorehkan pengalaman baru bersama ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia.

Kontingen Kota Kediri dijadwalkan bertolak menuju Cibubur pada 10 Agustus 2026. Sebelum keberangkatan, seluruh peserta telah menerima perlengkapan lengkap serta uang saku sebesar Rp750 ribu dari Pemerintah Kota Kediri.

Selain itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri juga memberikan dukungan secara pribadi berupa tambahan uang saku sebesar Rp500 ribu bagi setiap peserta dan Rp1 juta untuk masing-masing pembina pendamping.

Pelepasan kontingen ditutup dengan yel-yel penuh semangat yang menggema di halaman Balai Kota Kediri. Di balik gema itu tersimpan harapan agar para peserta tidak hanya membawa nama Kota Kediri di tingkat nasional, tetapi juga menjadi duta persaudaraan, karakter, dan inklusivitas yang menginspirasi Indonesia.

 

jurnalis : Anisa Fadila