Dari Guru Bengkel Jadi Kepala Sekolah Inspiratif, H. Muhammad Darusalam Sulap SMKN 1 Semen Jadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Berangkat dari mimpi sederhana untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang, H. Muhammad Darusalam, S.Pd., M.M. kini membuktikan komitmennya melalui berbagai terobosan di SMKN 1 Semen, Kabupaten Kediri. Di bawah kepemimpinannya, sekolah kejuruan ini tak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan berbasis ketahanan pangan, riset, dan kewirausahaan.

Pria kelahiran Ponggok, Blitar, itu memulai perjalanan kariernya sebagai guru Teknik Mesin di SMKN 1 Kota Kediri pada 1998. Selama 25 tahun mengabdi sebagai pendidik, ia kemudian dipercaya memimpin SMKN 1 Sumber, Kabupaten Probolinggo, pada 2023 sebelum akhirnya menerima amanah sebagai Kepala SMKN 1 Semen pada 2025.

Mengawali pendidikan dengan mondok di pesantren, sembari menempuh studi S1 Pendidikan Teknik Mesin di IKIP Negeri Malang, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen pada 2008 di STIE Mahardika Surabaya. Baginya, jabatan bukanlah tujuan utama.

“Mimpi saya sederhana, yaitu bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Darusalam.

Menurutnya, tantangan terbesar seorang pemimpin bukan sekadar soal fasilitas atau sumber daya, melainkan keberanian meyakini mimpi besar yang ingin diwujudkan bersama.

“Kadang kita belum yakin terhadap target yang ingin dicapai. Tetapi saya percaya, ketika niatnya baik, Allah selalu memberikan jalan dan kemudahan,” tuturnya.

SIKAP Living Laboratory Ubah Sekolah Menjadi Pusat Pembelajaran Ketahanan Pangan

Salah satu inovasi yang menjadi identitas SMKN 1 Semen adalah program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) Living Laboratory. Melalui program ini, seluruh lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran nyata.

Para siswa diajak belajar langsung melalui budidaya cabai, kolam minapadi, pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah lele, hingga pengembangan konsep living laboratory. Tidak berhenti pada proses budidaya, hasil panen juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti abon lele, keripik, dan aneka olahan lainnya sebagai media praktik kewirausahaan.

Dalam rangka memperkuat budaya riset di lingkungan sekolah, sebanyak 48 Peneliti Muda SIKAP Living Laboratory resmi diluncurkan pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026. Mereka dipilih berdasarkan potensi, tanggung jawab, dan dedikasi untuk menjadi motor penggerak budaya penelitian di lingkungan sekolah.

Menurut Darusalam, program tersebut merupakan implementasi nyata kebijakan ketahanan pangan nasional yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Perkuat Kemitraan Industri dan Budaya Sekolah

Saat ini SMKN 1 Semen memiliki sekitar 1.200 siswa yang didampingi 86 guru dan tenaga kependidikan. Sekolah membuka empat kompetensi keahlian, yakni Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Ke depan, Darusalam berkomitmen memperkuat branding Jurusan Teknik Sepeda Motor melalui perluasan kerja sama dengan dunia industri, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan budaya kerja industri di lingkungan sekolah.

Tak hanya fokus pada aspek akademik, sekolah juga membangun karakter peserta didik melalui kebiasaan sederhana namun bermakna. Setiap pagi, seluruh guru berdiri di gerbang sekolah untuk menyambut siswa melalui program salam dan bersalaman sebelum kegiatan belajar dimulai.

Di sisi akademik, guru diwajibkan menyusun bank soal bertingkat mulai dari level dasar hingga Higher Order Thinking Skills (HOTS). Langkah ini dilakukan agar siswa terbiasa menghadapi berbagai bentuk asesmen sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Lebih dari 100 Lulusan Diterima Kerja Sebelum Wisuda

Berbagai pembenahan tersebut membuahkan hasil. Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) dan program Bulan Rekrutmen, lebih dari 100 siswa berhasil diterima bekerja bahkan sebelum mengikuti prosesi wisuda.

Capaian tersebut mengantarkan SMKN 1 Semen menjadi salah satu sekolah dengan tingkat penyerapan lulusan terbaik di Kabupaten Kediri, menempati posisi ketiga.

Prestasi siswa pun terus bertambah, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Sekolah rutin mengirimkan wakil pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sementara di bidang nonakademik, siswa berhasil meraih prestasi pada cabang Wushu Sanda tingkat Provinsi Jawa Timur, lomba cipta puisi, fotografi, hingga cerdas cermat tingkat kabupaten.

Tak hanya itu, SMKN 1 Semen juga turut menjadi bagian dari pemecahan Rekor MURI dalam pelaksanaan MPLS Hybrid tingkat Jawa Timur.

Bangun Lulusan Berkarakter dan Berdaya Saing Global

Bagi Darusalam, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari banyaknya lulusan yang bekerja, tetapi juga dari karakter, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan masa depan.

“Kami terus membangun branding sekolah melalui berbagai program unggulan dan pelayanan terbaik. Semua kegiatan kami publikasikan melalui media sosial dan website agar masyarakat mengetahui perkembangan sekolah. Alhamdulillah respons masyarakat sangat baik,” pungkasnya.

Melalui sederet inovasi tersebut, SMKN 1 Semen terus bertransformasi menjadi sekolah vokasi yang tak sekadar mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga melahirkan generasi inovatif, berkarakter, peduli lingkungan, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Jurnalis: Navima Aulya Sava