Fantastis! Kota Kediri Sabet Juara Umum Keparprov Jatim 2026 dengan 9 Emas

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Kota Kediri mencatatkan prestasi gemilang dalam Kejuaraan Paralimpiade Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2026. Meski hanya mengirim 10 atlet, kontingen Kota Kediri berhasil keluar sebagai Juara Umum I setelah mengoleksi 9 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Keparprov Jawa Timur 2026 berlangsung di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (19/9). Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi pembinaan olahraga paralimpik Kota Kediri karena menunjukkan peningkatan peringkat dalam tiga penyelenggaraan terakhir.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menyampaikan apresiasi kepada para atlet dan seluruh tim kontingen yang telah berjuang selama kompetisi.

“Alhamdulillah, tentunya kita bersyukur karena dalam Keparprov Tahun 2026 ini Kota Kediri berhasil meraih juara umum. Ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya,” kata Un Achmad melalui sambungan telepon, Senin (21/9).

Ia menjelaskan, pada Keparprov 2024 Kota Kediri menempati peringkat keempat. Setahun kemudian, posisi tersebut meningkat menjadi peringkat ketiga. Pada 2026, kontingen Kota Kediri akhirnya mampu menempati posisi teratas.

Menurut Un Achmad, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim kontingen. Keberadaan atlet senior paralimpiade di Kota Kediri juga dinilai turut memberikan inspirasi bagi atlet-atlet yang lebih muda.

Para atlet senior, lanjutnya, dapat menjadi contoh sekaligus sumber motivasi bagi atlet muda agar terus mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi.

Dari sisi pembinaan, Disbudparpora Kota Kediri juga memberikan dukungan melalui dana hibah kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Kediri. Anggaran tersebut digunakan untuk menunjang pembinaan, pelatihan, peningkatan keterampilan, serta kualitas atlet.

“Dengan dukungan anggaran tersebut, kita berharap dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas atlet-atlet NPC kita,” ujarnya.

Pada Keparprov Jatim 2026, Kota Kediri mengirimkan 10 atlet yang berlaga di cabang olahraga para atletik. Mereka turun dalam sejumlah nomor pertandingan, mulai dari lari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter hingga lempar lembing serta lempar peluru.

Jumlah atlet yang relatif terbatas ternyata tidak menghalangi kontingen Kota Kediri untuk meraih hasil maksimal. Sebanyak 9 emas, 2 perak, dan 3 perunggu berhasil dibawa pulang, sekaligus mengantarkan Kota Kediri menjadi Juara Umum I.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada semua atlet dan pelatih yang telah berjuang dalam Keparprov tahun ini. Mudah-mudahan ke depan prestasinya bisa lebih baik lagi,” tutur Un Achmad.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Kediri untuk terus memberikan dukungan kepada atlet paralimpik. Menurutnya, pencapaian para atlet tidak hanya menjadi kebanggaan bagi diri dan keluarga mereka, tetapi juga membawa nama Kota Kediri di tingkat Jawa Timur.

Ajang Regenerasi Atlet Disabilitas

Keparprov Jawa Timur 2026 tidak hanya menjadi arena persaingan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi atlet disabilitas.

Kejuaraan tersebut mempertandingkan cabang olahraga para atletik dan bola voli duduk. Ajang ini diikuti atlet serta ofisial dari 35 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Khusus cabang para atletik, Komite Paralimpiade Indonesia Provinsi Jawa Timur (NPCI Jawa Timur) untuk pertama kalinya menerapkan pembagian kelompok usia. Atlet dibagi menjadi dua kelompok, yakni usia 10–19 tahun dan 20–35 tahun.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat proses regenerasi dan pembinaan atlet disabilitas secara berjenjang.

Sementara itu, aturan berbeda diterapkan pada cabang bola voli duduk. NPCI Jawa Timur tidak menetapkan pembatasan kelompok usia karena penentuan tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.