Konvoi Vespa Iringi Estafet Kepemimpinan Kapolres Kediri Kota, Pesan Humanis Jadi Sorotan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Ada cara yang berbeda dalam mengantarkan sebuah amanah. Bukan hanya melalui upacara seremonial, tetapi juga lewat deru mesin vespa yang mengalun menyusuri jalan-jalan Kota Kediri. Di balik perjalanan sederhana itu, tersimpan pesan tentang persaudaraan, estafet kepemimpinan, dan pengabdian yang tak pernah berhenti.

Momen pisah sambut Kapolres Kediri Kota pada Kamis (30/7) berlangsung dengan nuansa hangat. Sebelum resmi menempati rumah dinas, Kapolres Kediri Kota yang baru, AKBP Kresno Wisnu Putranto, diajak berkeliling Kota Kediri menggunakan vespa bersama Kapolres sebelumnya, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota serta Bhayangkari.

Tradisi tersebut merupakan gagasan AKBP Anggi bersama istrinya, Yani Anggi, sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus simbol estafet kepemimpinan antar rekan satu angkatan Akademi Kepolisian (AKPOL) 2006.

Rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Kediri sebelum akhirnya mengantarkan AKBP Wisnu menuju Wisma Kapolres. Kehangatan perjalanan itu turut menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan iring-iringan vespa membawa dua pemimpin Polres Kediri Kota dalam satu perjalanan penuh makna.

Dalam sambutan perpisahannya, AKBP Anggi mengaku Kota Kediri telah menjadi lebih dari sekadar tempat penugasan. Baginya, kota tersebut merupakan rumah kedua yang menyimpan banyak pengalaman dan pelajaran selama memimpin Polres Kediri Kota.

“Kota Kediri bukan hanya tempat tugas, tetapi rumah kedua. Di sini saya belajar bahwa keberhasilan bukan semata karena kemampuan menjaga keamanan, melainkan berkat dukungan seluruh anggota,” ujar AKBP Anggi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polres Kediri Kota yang dinilainya telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kondusivitas wilayah lahir dari kerja keras anggota yang bertugas tanpa mengenal waktu, baik di bawah terik matahari maupun pada malam hari.

AKBP Anggi juga menitipkan pesan agar seluruh personel terus mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Masyarakat mungkin akan lupa siapa Kapolresnya, tetapi mereka akan selalu mengingat apa yang dilakukan anggota Polres Kediri Kota. Tetaplah humanis, rendah hati, dan selalu hadir dengan senyuman. Karena setiap pertemuan pada akhirnya akan berujung pada perpisahan,” pesannya.

JOGO KEDIRI

Sementara itu, AKBP Kresno Wisnu Putranto mengajak seluruh personel untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Kediri.

“Saya mohon izin bergabung. Saya berharap seluruh rekan-rekan dapat mendukung kebijakan yang akan kami jalankan. Tujuan kita satu, menjaga Kota Kediri tetap aman, tertib, dan nyaman,” ucapnya.

Ia juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, Forkopimda, aparat penegak hukum, para pemangku kepentingan, hingga seluruh elemen masyarakat agar tercipta situasi kamtibmas yang semakin kondusif.

“Seluruh kemampuan, tenaga, dan pemikiran yang kami miliki akan kami curahkan demi menjaga keamanan sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, dan tenteram,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Wisnu turut memperkenalkan perjalanan kariernya. Lulusan Akpol 2006 itu mengawali pengabdian di Polda Kalimantan Timur dengan berbagai penugasan, mulai dari Kanit Buser, Kasat Narkoba hingga Kapolsek.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), ia melanjutkan tugas di Polda Nusa Tenggara Timur sebelum mengabdi selama enam tahun di Polda Metro Jaya pada bidang reserse, mencakup penanganan kriminal umum, kriminal khusus, hingga tindak pidana narkotika.

Usai menempuh pendidikan Sespimen, AKBP Wisnu dipercaya bertugas hampir empat tahun di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri sebelum akhirnya menerima amanah sebagai Kapolres Kediri Kota.

Berbekal pengalaman tersebut, ia menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak mungkin dilakukan aparat kepolisian secara sendiri.

Menurutnya, dengan kekuatan sekitar 800 personel yang harus melayani hampir 600 ribu penduduk, kolaborasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, aparat penegak hukum, stakeholder, dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Personel Polres Kediri Kota sekitar 800 orang harus melayani hampir 600 ribu masyarakat. Hal itu tidak mungkin berhasil tanpa dukungan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi akan menjadi prioritas saya,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, AKBP Wisnu mengaku terkesan dengan wajah Kota Kediri yang dinilainya tertata rapi dan masyarakatnya memiliki tingkat kedisiplinan yang baik.

“Sejak pertama memasuki Kota Kediri, saya melihat kotanya rapi dan tertib. Itu menunjukkan masyarakatnya juga memiliki kedisiplinan yang baik. Tugas kita bersama adalah menjaga keamanan agar Kota Kediri semakin nyaman untuk ditinggali,” pungkasnya.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan