670 Pelajar dari 25 Daerah Serbu Kediri, Ada Tiket Porprov yang Diperebutkan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Kota Kediri menjadi titik temu ratusan atlet muda Jawa Timur. Sebanyak 670 pelajar dari 25 daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Finswimming Walikota Cup II di Tirtayasa Park, Minggu (20/9).

Ajang tersebut bukan sekadar menjadi arena adu kemampuan di kolam renang. Kejurprov juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda sekaligus salah satu jalur menuju Porprov 2027.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, perjalanan seorang atlet untuk meraih prestasi membutuhkan proses panjang. Latihan keras harus berjalan beriringan dengan konsistensi, semangat juang, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

“Untuk menjadi atlet yang berprestasi kita tidak hanya cukup berlatih yang kuat, tetapi kita juga butuh konsistensi, semangat juang, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri,” kata Vinanda.

Vinanda berharap kompetisi tersebut dapat memotivasi para pelajar untuk semakin rajin berlatih dan berani mengikuti berbagai kejuaraan.

Bagi dia, kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari perjalanan seorang atlet. Mereka yang berhasil menjadi juara tidak boleh cepat puas, sedangkan atlet yang belum berhasil diharapkan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk kembali berlatih.

Vinanda juga mengingatkan para atlet agar menjaga kesehatan selama menjalani kompetisi dan pembinaan.

Kota Kediri, kata dia, patut diapresiasi karena kembali menjadi tuan rumah kejuaraan finswimming selama dua tahun berturut-turut.

Keberlanjutan kompetisi itu dinilai penting untuk menjaring dan membina atlet sejak usia pelajar. Terlebih, target berikutnya adalah Porprov 2027.

Kota Kediri juga dimungkinkan menjadi tuan rumah Porprov 2029. Kondisi tersebut membuat pembinaan cabang olahraga, termasuk finswimming, dinilai perlu terus diperkuat agar potensi atlet daerah dapat berkembang.

“Harapannya nanti bisa menjadi atlet yang berprestasi, bukan hanya tingkat daerah, tetapi tingkat internasional,” ujar Vinanda.

670 Peserta, Hotel Disebut Penuh

Ketua Umum KONI Kota Kediri Eko Agus Koko melihat Kejurprov Finswimming Walikota Cup II bukan hanya dari sisi pembinaan prestasi.

Kedatangan 670 peserta dari 25 daerah juga dinilai menunjukkan potensi olahraga sebagai penggerak sport tourism di Kota Kediri.

“Sport tourism ini bagaimana supaya bisa mendatangkan orang dari daerah lain ke Kota Kediri. Ini hotel penuh. Ini bisa didata dari hasil agenda ini. Intinya kan untuk meningkatkan PAD dan sebagainya,” kata Eko.

Menurut Eko, peserta yang datang dari luar daerah turut membawa aktivitas ekonomi selama berlangsungnya kompetisi.

Kejurprov finswimming juga menjadi bagian dari rangkaian agenda olahraga yang disiapkan di Kota Kediri. Sejumlah cabang olahraga lain disebut akan turut digelar, mulai dari wushu tingkat nasional, tarung derajat, barongsai hingga catur.

Dengan semakin banyaknya agenda olahraga, Kota Kediri berupaya memadukan pembinaan prestasi dengan potensi kedatangan masyarakat dari luar daerah.

Juara Kejurprov Bisa Dapat Tiket Porprov

Dari sisi prestasi, Eko menyebut capaian Kota Kediri pada Porprov sebelumnya menjadi modal untuk terus meningkatkan pembinaan atlet.

Meski jumlah atlet relatif terbatas dibandingkan sejumlah daerah lain, Kota Kediri mampu berada di posisi empat besar pada Porprov sebelumnya.

Namun, pembinaan olahraga masih menghadapi persoalan sarana dan prasarana. Ketersediaan fasilitas olahraga menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung peningkatan prestasi atlet.

Untuk finswimming, Eko menilai potensi atlet Kota Kediri cukup baik. Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan dinilai ikut membantu perkembangan kemampuan para atlet.

Yang menarik, Kejurprov ini juga berkaitan langsung dengan peluang atlet menuju Porprov.

“Salah satu nanti hasilnya kalau mereka bisa menjuarai di Kejurprov itu bisa dapat tiket ke Porprov,” ujar Eko.

Dengan demikian, persaingan di Tirtayasa Park tidak hanya soal siapa yang menjadi juara hari ini.

Bagi para pelajar yang turun bertanding, Kejurprov menjadi kesempatan mengukur kemampuan, mengumpulkan pengalaman, sekaligus membuka jalan menuju kompetisi yang lebih besar.

Sementara bagi Kota Kediri, kedatangan ratusan peserta dari berbagai daerah menghadirkan peluang lain: menjadikan agenda olahraga sebagai bagian dari pengembangan sport tourism dan aktivitas ekonomi daerah.

Jurnalis: Anisa Fadila