KEDIRI – Sebuah bangunan yang sebelumnya menjadi tempat pelayanan keagamaan kini menjelma sebagai ruang tumbuh bagi generasi masa depan. Di Jalan Dr. Saharjo, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan RA Perwanida I, lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam yang membuka kesempatan belajar berkualitas tanpa dipungut biaya.
Berawal dari bangunan bekas Kantor Urusan Agama (KUA), sekolah ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak usia dini yang mudah dijangkau, nyaman, dan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Kota Kediri, Aminatun, mengungkapkan bahwa gedung yang kini menjadi RA Perwanida I merupakan aset wakaf masyarakat. Sebelumnya, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pelayanan KUA sebelum akhirnya berpindah ke gedung baru di kawasan Sekartaji.
Setelah tidak lagi digunakan sebagai kantor, bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan pendidikan bagi anak-anak usia dini di wilayah Campurejo.
“Pendirian RA Perwanida I berangkat dari kebutuhan masyarakat. Wilayah Campurejo memiliki potensi besar untuk pengembangan pendidikan anak usia dini, sementara keberadaan RA maupun TK di sekitar lokasi masih terbatas,” jelas Aminatun.
Kehadiran sekolah baru ini diharapkan mampu menjadi pilihan alternatif bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi buah hati mereka sejak usia dini.
Menggabungkan Kurikulum Merdeka dan Pendidikan Karakter Islami
Dalam proses pembelajarannya, RA Perwanida I tidak sekadar fokus pada kemampuan akademik anak, tetapi juga membangun karakter dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama.
Sekolah ini menerapkan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai KMA Satrima 03, serta menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Melalui pendekatan tersebut, proses belajar dirancang agar lebih menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak. Setiap aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, sekaligus membentuk karakter Islami sejak dini.
Dengan konsep tersebut, RA Perwanida I ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya membuat anak cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang baik.
Fasilitas Lengkap Disiapkan Sebelum Resmi Beroperasi
Sebelum memperoleh izin operasional (IJOP), RA Perwanida I telah memastikan berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan terpenuhi.
Saat ini, sekolah memiliki dua ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang ibadah, kamar mandi, alat permainan edukatif, buku pembelajaran, meja dan kursi belajar, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Pengembangan fasilitas juga akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan kurikulum pendidikan.
Pada tahun ajaran pertama, RA Perwanida I telah menerima 10 peserta didik. Pihak sekolah masih membuka kesempatan pendaftaran hingga 30 Juli 2026 dengan target satu kelompok belajar berisi sekitar 20 siswa.
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, saat ini terdapat satu tenaga pendidik yang berasal dari RA Perwanida sebelumnya serta satu tenaga tata usaha.
Sekolah Gratis Jadi Daya Tarik bagi Orang Tua
Salah satu program unggulan RA Perwanida I adalah komitmen memberikan pendidikan tanpa biaya kepada masyarakat.
Aminatun menegaskan seluruh biaya pendidikan di sekolah tersebut digratiskan sebagai bentuk upaya memperluas akses pendidikan anak usia dini.
“Seluruh biaya pendidikan di RA Perwanida I kami gratiskan. Harapannya masyarakat tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada lembaga yang baru ini,” katanya.
Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi keluarga yang ingin memberikan pendidikan berkualitas tanpa harus terbebani persoalan biaya.
Orang Tua Melihat Harapan Baru dari Sekolah yang Masih Muda
Salah satu wali murid, Fitria Wulandari, mengaku memilih RA Perwanida I karena berbagai alasan. Selain bebas biaya, lokasi sekolah yang dekat dengan tempat tinggal membuat aktivitas antar-jemput anak menjadi lebih mudah.
Menurutnya, suasana sekolah yang masih baru, luas, dan nyaman menjadi nilai tambah tersendiri. Ia juga berharap pendidikan agama yang menjadi bagian utama pembelajaran mampu membentuk karakter anak sejak kecil.
“Yang membuat saya tertarik bukan hanya karena gratis, tetapi karena sekolah ini memberikan suasana belajar yang nyaman dan menekankan pendidikan agama. Sebagai orang tua, saya ingin anak saya tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujar Fitria.
Ia berharap RA Perwanida I terus berkembang dan semakin dipercaya masyarakat sehingga dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan anak usia dini unggulan di Kota Kediri.
Dari sebuah bangunan lama yang pernah menjadi tempat pelayanan masyarakat, kini lahir ruang baru untuk menanam harapan. RA Perwanida I menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tumbuh dari mana saja, selama ada kepedulian dan semangat untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



