Dari Tanah Wakaf Menjadi Rumah Ilmu, RA Perwanida 1 Kediri Hadirkan Pendidikan Islam Gratis Setahun Penuh

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Bulan Muharam menjadi momentum menebar kebaikan bagi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri. Tidak hanya berbagi kebahagiaan melalui santunan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas, Kemenag juga menghadirkan hadiah jangka panjang berupa akses pendidikan Islam yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui semangat berbagi dan kepedulian terhadap generasi masa depan, Kemenag Kota Kediri resmi meluncurkan RA Perwanida 1 di Jalan Dr. Saharjo Gang Campurejo, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Jumat (10/7). Yang membuat kehadiran lembaga pendidikan ini istimewa, seluruh biaya pendidikan peserta didik digratiskan selama tahun pertama.

Peresmian yang mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” tersebut menjadi simbol bahwa pendidikan bukan hanya tentang bangunan dan ruang kelas, melainkan tentang menyalakan harapan serta membuka jalan masa depan bagi anak-anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni, Ketua Yayasan RA Perwanida Kota Kediri Elvi Susanti Zamroni, Ketua Baznas Kota Kediri Dawud Syamsuri, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Lurah Campurejo Suntoro, jajaran Forkopimcam, serta tokoh masyarakat.

Bukan Sekadar Gedung, Tetapi Harapan Baru bagi Generasi Muda Kediri

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Kemenag, Baznas, pemerintah daerah, dan masyarakat yang mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pengelolaan zakat serta wakaf.

Menurutnya, keberadaan RA Perwanida 1 bukan hanya tentang perubahan fungsi sebuah bangunan, tetapi menjadi tanda lahirnya harapan baru bagi masyarakat.

“Bagi saya, ini bukan sekadar meresmikan sebuah gedung, tetapi meresmikan sebuah harapan,” ujar Qowimuddin.

Ia menilai pemanfaatan bekas gedung Kantor Urusan Agama (KUA) yang berdiri di atas tanah wakaf menjadi lembaga pendidikan merupakan langkah tepat. Aset umat yang sebelumnya memiliki fungsi pelayanan keagamaan kini kembali memberikan manfaat melalui dunia pendidikan.

Ia berharap RA Perwanida 1 mampu menjadi tempat lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama.

Semangat Muharam, Kepedulian untuk Anak Yatim hingga Pendidikan Anak Usia Dini

Kepala Kemenag Kota Kediri A. Zamroni menjelaskan, peluncuran RA Perwanida 1 sengaja digelar bersamaan dengan kegiatan Lebaran Yatim dan Difabel sebagai bagian dari rangkaian nasional menyambut bulan Muharam.

Menurutnya, Muharam merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Jika santunan menjadi bentuk kepedulian hari ini, maka menghadirkan pendidikan menjadi investasi untuk masa depan.

Selain memberikan bantuan kepada anak yatim, Kemenag Kota Kediri juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan ruang dan kesempatan yang sama.

Bekas Gedung KUA Disulap Menjadi Sekolah Islam Ramah Anak

Kehadiran RA Perwanida 1 menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Campurejo terhadap lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam.

Gedung bekas KUA yang sebelumnya menjadi pusat pelayanan keagamaan kini bertransformasi menjadi ruang belajar yang diharapkan mampu melahirkan generasi berkualitas.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Kemenag Kota Kediri menyiapkan tenaga pendidik dari guru ASN Kementerian Agama yang memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan.

Hingga saat ini, sebanyak 10 anak telah terdaftar sebagai peserta didik dan proses penerimaan masih terus berlangsung.

“Seluruh pembiayaan mendapat dukungan dari Unit Pengumpul Zakat keluarga besar Kementerian Agama Kota Kediri,” jelas Zamroni.

Melalui dukungan dana zakat profesi ASN tersebut, biaya operasional sekolah dapat terpenuhi sehingga peserta didik tahun pertama tidak dikenakan biaya pendaftaran maupun biaya pendidikan.

Pendidikan Berkualitas Tanpa Biaya, Anak Juga Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis

RA Perwanida 1 resmi memulai kegiatan operasional pada tahun ajaran 2026/2027. Lembaga ini merupakan pengembangan dari RA Perwanida yang sebelumnya telah hadir di Bandar Kidul.

Ketua Yayasan RA Perwanida Kota Kediri Elvi Susanti Zamroni mengatakan sebelum sekolah dibuka, pihak yayasan telah melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat, RT, RW, serta warga sekitar.

Dukungan masyarakat menjadi energi penting dalam menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang dekat dengan kebutuhan warga.

“RA Perwanida 1 bertujuan memfasilitasi masyarakat yang memiliki anak usia dini agar memperoleh pendidikan berbasis nilai-nilai Islam,” ujar Elvi.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran di RA Perwanida 1 dirancang untuk membangun karakter anak melalui proses belajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan usia mereka.

Selain bebas biaya pendidikan selama satu tahun pertama, peserta didik juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung seperti:

  • Seragam sekolah gratis
  • Tas sekolah gratis
  • Alat tulis gratis

Program tersebut menjadi bentuk nyata komitmen yayasan dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat.

RA Perwanida 1 Kediri, Langkah Kecil untuk Masa Depan Besar

Kehadiran RA Perwanida 1 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan positif.

Dari sebuah bangunan wakaf, lahir ruang baru untuk menanam ilmu. Dari kepedulian di bulan Muharam, tumbuh harapan bagi anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.

Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar membaca, berhitung, dan mengenal agama, tetapi juga menjadi rumah yang menanamkan nilai kejujuran, kemandirian, serta akhlak mulia sejak usia dini.

Dengan membuka akses pendidikan tanpa biaya pada tahun pertama, RA Perwanida 1 Kediri menghadirkan pesan sederhana namun kuat: bahwa pendidikan adalah hak semua anak dan kebaikan yang ditanam hari ini akan menjadi cahaya bagi masa depan.

Jurnalis: Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin