Heboh! Wali Kota Kediri Diduga Salah Baca Teks Pancasila Saat Upacara Sumpah Pemuda, DPRD Soroti Kinerja Kabag Prokopim

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Dugaan kesalahan dalam pembacaan teks Pancasila saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Balai Kota Kediri menjadi sorotan sejumlah anggota DPRD Kota Kediri. Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan dan kinerja Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemerintah Kota Kediri.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, Katino, secara terbuka mempertanyakan kebenaran informasi mengenai dugaan kesalahan pembacaan teks Pancasila yang dilakukan Wali Kota Kediri saat memimpin upacara tersebut.

“Apakah benar Mbak Wali saat Upacara Sumpah Pemuda salah membaca teks Pancasila?” ujar Katino kepada redaksi.

Anggota DPRD Kota Kediri yang bertugas di Komisi C itu mengaku telah berupaya menggali informasi sekaligus mempertanyakan kinerja Bagian Prokopim terkait insiden tersebut.

Dari informasi yang diperolehnya, muncul dugaan bahwa kesalahan tersebut berkaitan dengan kekeliruan pengetikan teks Pancasila yang disiapkan untuk keperluan upacara.

Katino menilai, apabila dugaan kesalahan pengetikan itu benar, maka hal tersebut menjadi persoalan serius yang semestinya menjadi perhatian dan tanggung jawab pihak Prokopim.

“Seharusnya Kabag Prokopim yang bertanggung jawab. Pada event seperti itu bisa salah ketik,” tegasnya.

Sorotan terhadap insiden tersebut juga mengarah kepada Kepala Bagian Prokopim Kota Kediri, Fierdy Novella Erneswitanto, S.Sos. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan penjelasan resmi meskipun redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan singkat. Pesan tersebut diketahui telah dibaca, tetapi belum mendapat tanggapan.

Di sisi lain, anggota DPRD Kota Kediri lainnya, Ricky Dio Febrian, S.H., M.H., berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dalam agenda resmi pemerintahan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyoroti kemungkinan adanya faktor ketidaksiapan atau kurangnya konsentrasi saat prosesi upacara berlangsung.

“Salah baca atau salah ucap? Kami menduga salah mengucap mungkin tengah tidak fokus saat upacara berlangsung,” jelas Dio.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan upacara kenegaraan yang semestinya dipersiapkan secara cermat, mulai dari materi acara hingga kesiapan petugas dan perangkat pendukung.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Bagian Prokopim Kota Kediri mengenai dugaan kesalahan pengetikan teks maupun kronologi insiden tersebut. Klarifikasi dari pihak terkait masih diperlukan agar persoalan ini menjadi terang dan tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

 

jurnalis : Nanang Priyo Basuki