KEDIRI – Dukungan penuh publik Stadion Brawijaya tak mampu menyelamatkan Persik Kediri dari kekalahan telak. Menjamu Persita Tangerang pada Sabtu (31/10) sore, Macan Putih justru harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor mencolok 1-5.
Nama Alexandre Ramalingom menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Penyerang Persita itu tampil luar biasa dengan membukukan tiga gol sekaligus atau hattrick, sekaligus menjadi aktor utama di balik kemenangan besar Pendekar Cisadane.
Sejak awal pertandingan, Persik berusaha mengambil kendali permainan melalui skema penguasaan bola. Namun, pendekatan tersebut justru menemui banyak kendala setelah Persita menerapkan tekanan tinggi yang membuat para pemain tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Tekanan agresif tim tamu membuat lini tengah hingga pertahanan Persik beberapa kali kehilangan bola. Persita pun mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan delapan menit.
Alexandre Ramalingom sukses menyelesaikan serangan cepat Persita dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol cepat itu membuat Persik harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Memasuki menit ke-20, permainan Persik mulai menunjukkan perkembangan. Anak asuh Macan Putih perlahan mampu keluar dari tekanan dan mengambil alih penguasaan bola. Sejumlah serangan berbahaya dibangun melalui sektor kiri yang dihuni Althaf Indie dan Ernesto Gomez.
Sayangnya, peluang-peluang tersebut belum membuahkan hasil. Umpan matang yang dilepaskan kedua pemain itu gagal dikonversi menjadi gol oleh rekan-rekannya di depan gawang Persita.
Ketika tengah berupaya menyamakan kedudukan, Persik justru kembali dihukum oleh kelengahan lini belakang. Persita melancarkan serangan balik cepat yang kembali diselesaikan dengan sempurna oleh Ramalingom menjelang berakhirnya babak pertama.
Gol kedua tersebut membuat Persita unggul 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persik mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Jose Enrique untuk menggantikan Kiko Carneiro. Pergantian ini diharapkan mampu meningkatkan intensitas serangan tuan rumah.
Namun, harapan Persik untuk bangkit justru kembali mendapat pukulan telak. Baru dua menit babak kedua berjalan, Persita berhasil memperlebar keunggulan melalui tendangan bebas Pablo Ganet.
Eksekusi Ganet gagal diantisipasi secara sempurna oleh kiper Husna Al Malik. Bola bersarang di gawang Persik dan mengubah skor menjadi 3-0.
Meski tertinggal tiga gol, Persik tidak lantas kehilangan semangat. Ernesto Gomez dan Eduardo Barbosa terus berusaha membangun serangan demi memperkecil ketertinggalan. Akan tetapi, berbagai peluang yang tercipta masih belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Sebaliknya, Persita semakin menunjukkan efektivitas serangan mereka. Pada menit ke-75, Pablo Ganet kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tendangan voli yang tak mampu dihentikan penjaga gawang Persik.
Gol tersebut membuat Persita semakin nyaman dengan keunggulan 4-0.
Persik akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-78. Sergio Castel melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Persita. Skor pun berubah menjadi 1-4.
Namun, gol tersebut tidak banyak mengubah jalannya pertandingan. Persita tetap mampu menjaga keunggulan dan kembali memberikan pukulan bagi tuan rumah menjelang laga berakhir.
Alexandre Ramalingom melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol ketiga. Hattrick tersebut sekaligus memastikan Persita membawa pulang kemenangan telak 5-1 dari Stadion Brawijaya.
Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan tidak berubah. Persik pun harus menelan kekalahan menyakitkan di hadapan pendukung sendiri.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Macan Putih. Selain gagal memaksimalkan peluang, rapuhnya pertahanan dan kesulitan menghadapi tekanan lawan menjadi persoalan yang harus segera dibenahi Persik setelah kekalahan telak dari Persita.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



