KEDIRI – Masa depan bangsa tak hanya dibangun melalui buku pelajaran, tetapi juga dimulai dari apa yang tersaji di meja makan setiap pagi. Dari sepiring sarapan bergizi hingga sebutir tablet tambah darah, Pemerintah Kota Kediri menanamkan fondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing.
Semangat itu tergambar dalam kegiatan Aksi Bergizi di Sekolah Bersama Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berprestasi yang digelar di SMP Negeri 1 Kota Kediri, Rabu (29/7). Sekitar 300 pelajar dari sembilan SMP negeri mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan dengan aksi nyata membangun budaya hidup sehat sejak usia remaja.
Suasana berlangsung meriah sejak pagi. Penampilan musik ansambel, senam bersama, hingga flashmob menjadi pembuka sebelum para siswa mengikuti edukasi gizi, sarapan bergizi bersama, dan pembagian tablet tambah darah (TTD) khusus bagi remaja putri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Hamida, Sp.P., perwakilan Dinas Pendidikan, DP3AP2KB Kota Kediri, para kepala SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 9, serta ratusan peserta didik.
Mewakili Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha menegaskan bahwa Aksi Bergizi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis membentuk kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sarapan bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi harus mampu memenuhi kebutuhan gizi agar remaja memiliki energi, daya pikir, dan kesehatan yang optimal.
“Sarapan bukan sekadar makan, tetapi harus memenuhi kebutuhan gizi,” ujar Qowimuddin.
Pria yang akrab disapa Gus Qowim itu menilai pembangunan sumber daya manusia unggul tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal. Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjalani pola hidup sehat harus dibangun sejak usia sekolah agar menjadi bekal menghadapi masa depan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri melalui konsumsi tablet tambah darah secara rutin. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi kesehatan jangka panjang untuk mempersiapkan perempuan yang sehat ketika memasuki usia dewasa dan berkeluarga.
“Tablet tambah darah bukan obat, melainkan upaya mempersiapkan anak-anak putri agar kelak memasuki masa pernikahan dengan kondisi tubuh yang kuat dan sehat,” katanya.
Komitmen memperkuat budaya hidup sehat juga diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Kesehatan Kota Kediri dengan SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 9. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan agar Gerakan Aksi Bergizi terus berjalan secara berkelanjutan melalui penguatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P., menjelaskan bahwa penguatan UKS diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membangun perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Menurutnya, UKS diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama ketika siswa mengalami gangguan kesehatan, sekaligus memperkuat upaya promotif, preventif, dan pencegahan penyakit.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai konsep gizi seimbang melalui contoh menu yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hamida menjelaskan bahwa menu bergizi terdiri atas sumber karbohidrat seperti nasi, protein dari ikan maupun ayam, serta sayuran yang kaya vitamin dan mineral sehingga kebutuhan nutrisi harian dapat terpenuhi secara seimbang.
Materi mengenai pemenuhan gizi bagi remaja turut disampaikan oleh Rr. Lieliesnaini Octaviariani Sutoyo, S.Gz., M.Gz., dari IIK Bhakti Wiyata. Edukasi tersebut kemudian dipraktikkan langsung melalui sarapan bersama, pembagian tablet tambah darah kepada siswi, serta diskusi interaktif mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Antusiasme para pelajar terlihat sepanjang kegiatan. Mereka tidak hanya menikmati sarapan bergizi bersama, tetapi juga aktif mengikuti sesi edukasi kesehatan.
Salah satunya Amanda Septiani Putri, siswi kelas VIII SMP Negeri 9 Kota Kediri. Ia mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena menambah pengetahuan mengenai pentingnya gizi seimbang sekaligus memperoleh sarapan sehat dan tablet tambah darah.
Amanda mengatakan di sekolahnya para siswi juga rutin mengonsumsi tablet tambah darah sebagai bagian dari program kesehatan.
“Saya senang minum tablet tambah darah dari sekolah karena membuat tubuh jadi sehat dan tidak gampang pusing,” ujarnya.
Melalui Gerakan Aksi Bergizi, Pemerintah Kota Kediri berharap budaya hidup sehat tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar di setiap sekolah. Sebab, generasi hebat tidak hanya lahir dari kecerdasan, melainkan juga dari tubuh yang sehat, kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
jurnalis : Anisa Fadila


