Gebyar UMKM Kediri Resmi Dibuka, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Digital

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di tengah semangat Hari Koperasi ke-79, harapan baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh dari kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri. Sebanyak 80 stand memenuhi area pameran dalam ajang Gebyar UMKM 2026 yang digelar pada 23–26 Juli 2026 sebagai ruang promosi sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri tersebut resmi dibuka oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung setiap upaya yang mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, mulai dari sektor usaha kecil hingga skala yang lebih besar.

“Prinsipnya, pemerintah daerah selalu mendukung apa pun yang mampu memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi, baik di tingkat bawah, menengah, maupun atas. Hari ini ada 80 stand, semoga semuanya berjalan lancar, membawa berkah bagi pelaku UMKM, Dekopinda, dan tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito.

Usai membuka acara, Dhito menyempatkan diri berkeliling mengunjungi setiap stand. Ia berdialog langsung dengan para pelaku UMKM, melihat berbagai produk unggulan yang dipamerkan, hingga membeli sejumlah produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap usaha masyarakat.

Di hadapan para pelaku usaha, Bupati menilai produk-produk UMKM Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas produk perlu diimbangi dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman, terutama melalui pemasaran digital.

Menurutnya, pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce menjadi langkah penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri sekaligus pelaksana kegiatan, H. Buat Santoso, menjelaskan bahwa Gebyar UMKM digelar sebagai sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan Kabupaten Kediri kepada masyarakat.

Sebanyak 80 stand yang tersedia terdiri atas 60 stand UMKM dan 20 stand kuliner. Seluruh penyelenggaraan kegiatan berlangsung melalui swadaya gerakan koperasi Kabupaten Kediri.

“Kami memberikan fasilitasi kepada UMKM agar usahanya semakin berkembang. Harapannya, produk-produk mereka tidak hanya dikenal saat pameran berlangsung, tetapi juga mampu memperoleh pelanggan secara berkelanjutan,” kata Buat Santoso.

Ia menambahkan, Dekopinda memiliki tiga peran utama, yakni edukasi, fasilitasi, dan advokasi. Melalui pameran ini, pihaknya berharap para pelaku UMKM semakin terdorong meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.

Salah satu peserta pameran, Saskya Dwi Permata Ayu, mengaku keikutsertaannya dalam Gebyar UMKM membawa dampak positif bagi perkembangan usahanya. Selama enam tahun terakhir, ia mengembangkan merek Sayuraya yang menawarkan produk cold press juice, yakni jus buah tanpa tambahan air maupun gula.

Menurut Saskya, ajang tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Manfaat yang paling terasa adalah usaha kami semakin dikenal masyarakat. Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan brand Sayuraya kepada lebih banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengaku mendapat pengalaman berkesan ketika stand miliknya dikunjungi langsung oleh Bupati Kediri. Selain melihat produk yang dipamerkan, Mas Dhito juga membeli produknya. Baginya, perhatian tersebut menjadi suntikan semangat bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.

Melalui penyelenggaraan Gebyar UMKM yang berlangsung hingga 26 Juli 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat mengenal produk-produk lokal Kabupaten Kediri. Lebih dari sekadar pameran, kegiatan ini diharapkan menjadi penguat peran koperasi sekaligus motor penggerak ekonomi daerah yang mampu membawa UMKM naik kelas dan semakin kompetitif di masa depan.

 

Jurnalis: Navima Aulya Sava