KEDIRI – Hasil kontras dialami dua wakil Kediri pada lanjutan babak 16 besar Liga 4 Jawa Timur. Inter Kediri harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari persaingan, sementara Persedikab Kabupaten Kediri masih memelihara peluang lolos ke babak 8 besar usai meraih kemenangan penting.
Inter Kediri dipastikan gagal melangkah lebih jauh setelah kembali menelan kekalahan, kali ini dari tuan rumah Persenga Nganjuk dengan skor 0-2. Bermain di hadapan ratusan pendukungnya sendiri, Persenga langsung tampil menekan sejak awal laga. Dominasi lini tengah membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-30. Koko Dwi dengan sigap memanfaatkan bola rebound hasil tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi sempurna oleh lini pertahanan Inter. Upaya Inter untuk keluar dari tekanan sempat muncul melalui pergerakan Muhammad Hendrik, namun hingga jeda turun minum skor tetap 1-0 untuk keunggulan Persenga.
Memasuki babak kedua, Inter Kediri mencoba tampil lebih berani dan mulai menguasai alur permainan. Serangan dibangun melalui sisi sayap yang dimotori Qischil Gandrumini dan Zildan Fareldiaz. Sayangnya, momentum tersebut buyar setelah Daffa Hariyanto diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-72 dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Unggul jumlah pemain, Persenga semakin leluasa melancarkan tekanan. Keunggulan tuan rumah akhirnya bertambah pada menit ke-80 melalui gol Rio Ferdinand. Skor 2-0 bertahan hingga pertandingan berakhir, sekaligus memastikan langkah Inter Kediri terhenti di fase grup setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Sementara itu, hasil berbeda diraih Persedikab Kabupaten Kediri. Bermain di Stadion Brantas, Malang, yang diguyur hujan, Persedikab sukses menundukkan Persikoba Kota Batu dengan skor tipis 1-0. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal, dengan kedua tim bermain hati-hati dan minim peluang di babak pertama. Skor kacamata menutup 45 menit pertama.
Di babak kedua, Persedikab tampil lebih agresif dan terorganisir. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil lewat situasi bola mati. Memanfaatkan sepak pojok, Andre Agustiar berhasil menanduk bola dan membawa Persedikab unggul 1-0.
Setelah memimpin, Persedikab memilih bermain lebih disiplin dengan memperkuat lini belakang. Masuknya Galih Akbar menggantikan Johan Tetuko membuat pertahanan semakin solid. Persikoba yang mencoba mengejar ketertinggalan lewat umpan-umpan panjang kerap menemui jalan buntu.
Hingga wasit meniup peluit panjang, keunggulan 1-0 tetap bertahan untuk Persedikab. Kemenangan ini menjaga peluang mereka untuk melangkah ke babak 8 besar Liga 4 Jawa Timur.
Namun perjuangan Persedikab belum selesai. Pada laga terakhir, mereka wajib meraih kemenangan saat menghadapi Triple’s FC, wakil Kediri lainnya yang juga memiliki misi serupa: menang demi menjaga asa, atau tersingkir dari kompetisi.
Pertandingan penentuan tersebut diprediksi berlangsung sengit dan sarat gengsi, sekaligus menjadi penentu wakil Kediri yang berpeluang melangkah lebih jauh di Liga 4 Jawa Timur musim ini.









