KEDIRI – Deretan Volkswagen (VW) Kombi klasik yang memenuhi Jalan Stasiun Kota Kediri pada Jumat (24/7) tak hanya membangkitkan nostalgia. Di balik bodi-bodi lawas itu, puluhan kisah cinta memulai babak baru. Sebanyak 53 pasangan pengantin mengucapkan janji suci secara serentak di dalam 53 unit VW Kombi, sekaligus mengantarkan Kota Kediri mencatatkan Rekor MURI untuk kategori “Nikah Massal dalam VW Kombi Terbanyak.”
Peristiwa istimewa tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.447. Sebelum prosesi akad dimulai, panitia bersama masyarakat menggelar selamatan sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Suasana hangat penuh kebersamaan menjadi pembuka Jambore VW 53 yang dipadukan dengan prosesi nikah massal.
Ketua Umum Volkswagen Indonesia Association (VIA), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, menegaskan bahwa pencapaian Rekor MURI bukanlah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Menurutnya, nilai yang jauh lebih penting adalah mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap acara apa pun bukan menjadi tujuan, melainkan sarana untuk membangun kebersamaan, kekeluargaan, dan persaudaraan,” ujar Nanan.
Ia menilai suksesnya penyelenggaraan acara merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, komunitas Volkswagen, serta masyarakat. Tanpa kerja sama seluruh pihak, kegiatan berskala besar seperti ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik.
“Kolaborasi serta sinergi antara pemerintah daerah, komunitas VW Kediri, dan masyarakat inilah yang menjadi kekuatan kegiatan ini,” katanya.
Nanan juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, persatuan, dan persaudaraan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya merawat nilai-nilai tersebut.
Bagi Nanan, 53 VW Kombi yang berjajar di sepanjang Jalan Stasiun bukan sekadar kendaraan klasik. Kendaraan-kendaraan itu menjadi saksi lahirnya puluhan keluarga baru yang memulai perjalanan hidup dalam balutan sejarah.
“Itulah yang akan diajukan sebagai rekor MURI, yakni akad nikah 53 pasang di dalam VW Kombi,” jelasnya.
Ia berharap momen tersebut menjadi kebanggaan bagi Kota Kediri sekaligus meninggalkan warisan nilai kebersamaan bagi generasi mendatang.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Kediri, Bambang Priyambodo. Menurutnya, kegiatan digagas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati ini, bukan hanya memberikan kegiatan yang berkesan bagi para pengantin. Tetapi juga memperkuat citra Kota Kediri sebagai destinasi city tourism melalui penyelenggaraan event yang kreatif dan unik.
“Mudah-mudahan mereka menjadi pasangan yang langgeng hingga menjadi kakek dan nenek bersama,” ucap Bambang.
Ia menambahkan, pencatatan Rekor MURI merupakan bentuk apresiasi atas kreativitas penyelenggara. Namun, manfaat yang lebih besar adalah dampaknya terhadap promosi Kota Kediri melalui penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.
Usai prosesi akad, rangkaian acara dilanjutkan dengan temu manten, resepsi, hingga pesta rakyat yang berlangsung sepanjang hari. Perhelatan ini tidak hanya menjadi perayaan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.447, tetapi juga menghadirkan kisah yang akan terus dikenang oleh 53 pasangan pengantin.
Di antara deru mesin kendaraan klasik dan riuh tepuk tangan warga, janji-janji suci terucap dengan khidmat. Seolah mengingatkan bahwa waktu boleh terus melaju, tetapi cinta, kebersamaan, dan tradisi akan selalu menemukan jalannya untuk dikenang.
jurnalis : Anisa Fadila


