KEDIRI – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang diikuti para ulama, kiai, dan tokoh nasional tersebut hingga penutupan pada Senin (23/6).
Menurut Vinanda, Munas dan Konbes NU merupakan forum strategis yang tidak hanya membahas persoalan keumatan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa dan merumuskan berbagai langkah penting bagi masa depan Indonesia.
Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan terbaik yang membawa manfaat luas bagi masyarakat serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Semoga Munas dan Konbes NU melahirkan berbagai keputusan dan mufakat terbaik yang memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang rukun, damai, maju, dan sejahtera,” ujar Vinanda.
Selain nilai strategis dan keagamaan, Vinanda menilai penyelenggaraan Munas dan Konbes NU juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi wilayah Kediri. Kehadiran peserta dari berbagai daerah disebut turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, agenda nasional tersebut menjadi kesempatan bagi Kediri untuk menunjukkan keramahan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada para tamu yang datang.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami menyambut baik dan mendukung penuh penyelenggaraan Munas dan Konbes NU. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan,” katanya.
Munas dan Konbes NU di Kediri dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, para menteri kabinet, serta pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadikan Kediri sebagai salah satu pusat perhatian nasional selama berlangsungnya agenda organisasi keagamaan terbesar di Tanah Air tersebut. (*)



