Deru Mesin ke Solidaritas, Semarak Riding AG City Festival Omah Sawah

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Deru mesin Ninja 2-tak memecah suasana Kota Kediri, Senin (25/8). Ratusan rider dari berbagai daerah memadati Omah Sawah untuk mengikuti Riding AG City, salah satu rangkaian Festival Omah Sawah 2026.

Bukan sekadar perjalanan bersama, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan para pecinta Ninja Two Stroke sekaligus cara memperkenalkan wajah Kota Kediri kepada para peserta yang datang dari berbagai daerah.

Mengambil titik keberangkatan dan kepulangan di Omah Sawah, para rider kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan di Kota Kediri. Dari atas kendaraan mereka, suasana kota dan berbagai kawasan yang dilewati menjadi bagian dari perjalanan komunitas tersebut.

Di tengah suara mesin yang berpadu dengan semangat kemerdekaan, kegiatan itu memperlihatkan bagaimana komunitas otomotif dapat menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi dan daya tarik sebuah daerah.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, Riding AG City yang digelar Komunitas Ninja bersama Pemerintah Kota Kediri tersebut telah memasuki pelaksanaan ketiga.

Menurut Vinanda, keberlanjutan kolaborasi tersebut menjadi hal positif sekaligus berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Kediri.

“Saya berharap Komunitas Ninja senantiasa kompak sehingga ini bisa menjadi daya tarik ketika orang berkunjung ke Kota Kediri, ingatnya sama Komunitas Ninja,” ujarnya.

Bagi Vinanda, keberadaan Komunitas Ninja juga tidak berhenti pada kecintaan terhadap dunia otomotif. Komunitas tersebut dinilai aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Komunitas Ninja ini banyak sekali telah mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, sehingga saya rasa ini baik sekali dan saya berharap ini bisa menginspirasi bagi komunitas-komunitas lainnya,” katanya.

Namun, di balik semarak kegiatan, keselamatan tetap menjadi pesan utama. Vinanda mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan keselamatan selama berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Menurutnya, sikap tertib di jalan menjadi bagian penting untuk menunjukkan bahwa Komunitas Ninja merupakan komunitas otomotif yang menjunjung sopan santun dan menghormati pengguna jalan.

Ia pun berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman.

Pesan serupa disampaikan Ketua Panitia Festival Omah Sawah, Heru Wijaya. Ia meminta para rider tetap menerapkan prinsip safety riding sepanjang perjalanan mengelilingi Kota Kediri.

Heru menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menyangkut diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain yang beraktivitas di ruang yang sama.

“Ketika di jalan tetap safety riding, tetap menjaga keamanan masing-masing, juga keamanan bagi pengguna jalan yang lain,” kata Heru.

Setelah perjalanan berkeliling kota, kemeriahan Festival Omah Sawah 2026 berlanjut dengan hiburan musik. Sejumlah musisi dan band, yakni Shepin Misa, Alter Band, Baby Base, dan Roobs, tampil menghibur para peserta serta pecinta Ninja Two Stroke yang berkumpul di Omah Sawah.

Tempat tersebut pun tak sekadar menjadi titik start dan finish. Omah Sawah berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat para rider melepas lelah, menikmati hiburan, sekaligus mempererat solidaritas komunitas.

Festival Omah Sawah 2026 akhirnya menghadirkan wajah lain dari perayaan kemerdekaan. Di antara raungan mesin Ninja 2-tak dan riuh kebersamaan, ratusan rider tak hanya merayakan kecintaan terhadap otomotif.

Mereka juga membawa pesan tentang persaudaraan komunitas, keselamatan di jalan, serta cara sederhana mengenalkan Kota Kediri kepada orang-orang yang datang dari berbagai penjuru daerah.

Jurnalis: Anisa Fadila