KEDIRI — Sebanyak 121 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri resmi dilantik dan diambil sumpah janji di Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Senin (24/8/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian nama di kursi pemerintahan. Di baliknya, ada pekerjaan rumah besar: mengisi jabatan-jabatan yang masih kosong sekaligus memperkuat kinerja birokrasi Pemerintah Kabupaten Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan jabatan dan lingkungan kerja masing-masing. Menurutnya, promosi jabatan bukanlah alasan untuk berpesta, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar.
“Yang terpenting, saya minta semuanya segera beradaptasi. Tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Kenaikan jabatan atau promosi bukan sesuatu yang harus dianggap sebagai sebuah selebrasi, tetapi sebagai tantangan dan amanah untuk bisa bekerja lebih baik lagi,” ujar Hanindhito.
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan, proses mutasi dan promosi pejabat bukan perkara sederhana. Dalam menentukan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu, ia mengaku tidak menjadikan faktor suka atau tidak suka sebagai pertimbangan utama.
Kinerja dan hasil kerja yang telah ditunjukkan menjadi salah satu dasar dalam menentukan pejabat yang dipercaya mengemban tanggung jawab baru.
Mas Dhito juga mengingatkan agar para pejabat tidak larut dalam euforia pelantikan. Sebaliknya, amanah baru tersebut harus segera diterjemahkan menjadi kerja nyata dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Setiap keputusan mutasi dan promosi, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggung jawab kepala daerah. Karena itu, para pejabat diminta menjalankan tugas secara maksimal sekaligus menjaga kekompakan di lingkungan pemerintahan.
“Kita masih akan bekerja bersama sampai masa purna tugas. Karena itu, soliditas dan kekompakan menjadi hal yang penting,” pesannya.
Dalam proses mutasi dan promosi tersebut, sejumlah aspek turut menjadi pertimbangan. Mas Dhito menyebut kinerja, kejujuran, serta masukan dari rekan kerja di lingkungan masing-masing sebagai bagian dari penilaian.
Masukan dari unsur dewan juga menjadi salah satu pertimbangan. Namun, ia menegaskan seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Masih Ada 63 Jabatan Kosong
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira mengungkapkan, berdasarkan data per 1 Agustus 2026, masih terdapat 141 jabatan kosong di lingkungan Pemkab Kediri.
Pelantikan kali ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kekosongan tersebut.
Sebanyak 121 pejabat dilantik untuk mengisi 78 jabatan. Rinciannya, tiga pejabat menempati posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), 47 pejabat sebagai administrator, dan 71 pejabat sebagai pengawas.
“Yang dilantik 3 JPT, kemudian 47 administrator, kemudian 71 pengawas,” kata Randy.
Dengan terisinya 78 jabatan tersebut, Pemkab Kediri masih menyisakan 63 jabatan kosong yang perlu ditindaklanjuti.
Dari Protokol ke Kesbangpol
Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru adalah Waldan Mahbubi Suryaharta. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kasubag Protokol Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri.
Kini, Bobi sapaan akrabnya, dipercaya menduduki posisi Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri.
Bagi lelaki kelahiran Kepung ini, jabatan tersebut bukan sekadar kenaikan posisi, melainkan amanah dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Ia berkomitmen melanjutkan program yang telah berjalan sembari melakukan pembenahan agar kinerja ke depan menjadi lebih baik.
“Setelah dilantiknya kita berusaha menjaga amanah yang disematkan kepada kami dari Mas Bup. Kita berusaha menjalankan sebaik-baiknya apa yang menjadi amanah dan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepada saya khususnya. Yang pasti meneruskan yang sudah ada dan membuat yang lebih baik lagi,” ujar Bobi, alumni STPDN Angkatan 2013.
Pelantikan 121 pejabat tersebut menjadi babak baru dalam roda birokrasi Kabupaten Kediri. Kursi-kursi yang kini terisi membawa harapan agar pelayanan pemerintahan semakin solid, sementara para pejabat yang mendapat kepercayaan dituntut membuktikan amanah itu melalui kerja dan hasil nyata bagi masyarakat.
jurnalis : Navima Alya Sava



