KEDIRI — Uang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya setiap hari. Di tengah hiruk-pikuk transaksi, tidak semua lembar rupiah yang diterima bisa langsung dipastikan keasliannya.
Pengungkapan kasus uang palsu bernilai miliaran rupiah oleh di Tangerang Selatan oleh Polda Metro Jaya, menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap peredaran rupiah yang diduga palsu tidak boleh dianggap sepele. Masyarakat Kediri pun diminta lebih teliti, namun tetap tenang ketika menemukan uang yang mencurigakan.
Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan uang yang diduga bermasalah. Polisi memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui proses penelusuran.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melalui Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor, berapa pun nominal uang yang ditemukan.
“Jika ada temuan, kami pasti akan lakukan penyelidikan. Bila ada temuan di masyarakat bisa langsung hubungi 110, kami segera lakukan penelusuran,” ujarnya saat dikonfirmasi di sela kunjungannya ke Mako Polsek Mojoroto.
Menurut dia, sedikitnya nominal uang yang ditemukan bukan alasan untuk mengabaikannya. Sebab, uang tersebut tetap dapat menjadi petunjuk awal dalam proses penyelidikan.
“Jangan berpikir karena nominalnya sedikit kemudian tidak perlu dilaporkan. Itu bisa jadi barang temuan,” jelasnya.
Tidak Semua Pemegang Uang Diduga Palsu Adalah Pelaku
Polisi juga tidak serta-merta menyimpulkan seseorang sebagai pelaku ketika uang yang diduga palsu ditemukan dalam sebuah transaksi.
Konteks penemuan akan menjadi bagian penting dalam proses penelusuran. Orang yang memegang atau melakukan transaksi menggunakan uang tersebut bisa saja bukan pembuat maupun pengedar, melainkan korban yang sebelumnya menerima uang itu dari transaksi lain.
“Jika ditemukan saat transaksi, kita telusuri dulu apakah yang transaksi ini pelaku atau bisa juga dia korban dari transaksi sebelumnya,” kata Sarif.
Hal yang sama berlaku ketika uang mencurigakan ditemukan dalam proses penukaran di Bank Indonesia. Polisi akan melakukan pemeriksaan dan penelusuran terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan.
Pesannya sederhana: jangan panik, jangan langsung menuduh, tetapi jangan pula mengabaikan.
Teknologi Membuat Uang Palsu Makin Sulit Dikenali
Perkembangan teknologi turut membuat kualitas reproduksi cetakan semakin beragam. Sebagian uang palsu mungkin mudah dikenali karena kualitas cetakannya buruk. Namun, sebagian lainnya dapat terlihat sangat mirip dengan rupiah asli secara kasat mata.
Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan dari pihak yang memiliki kompetensi menjadi penting.
Bank Indonesia merupakan salah satu pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi untuk melakukan pemeriksaan keaslian rupiah. Pemeriksaan oleh pihak yang tepat diperlukan terutama ketika uang yang ditemukan memiliki kemiripan tinggi dengan uang asli.
“Yang sangat mirip rupiah itu perlu ahli dari Bank Indonesia. Kalau dollar atau mata uang asing itu beda lagi ahlinya,” tambahnya.
BI Kediri Perkuat Edukasi Keaslian Rupiah
Di sisi lain, Bank Indonesia Kediri terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian rupiah.
Humas Bank Indonesia Kediri, Andriyono, mengatakan edukasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih teliti sebelum menerima maupun menggunakan uang dalam transaksi.
“Salah satunya dengan memperluas edukasi. Saat ini di beberapa pasar juga sudah kami pasang informasi terkait bagaimana masyarakat bisa menilai apakah uang yang diterima asli dan seperti apa ciri-cirinya,” ujarnya.
Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai cara, baik secara daring maupun luring. Melalui media sosial, BI secara berkala menyampaikan informasi mengenai ciri-ciri keaslian rupiah.
Sementara itu, edukasi secara langsung dilakukan di sejumlah pasar yang berada dalam wilayah kerja BI Kediri. Salah satunya melalui pemasangan spanduk berisi informasi mengenai cara mengenali uang rupiah yang asli.
Langkah tersebut dinilai penting karena edukasi secara langsung kepada masyarakat satu per satu memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Hingga kini, BI Kediri disebut belum memiliki data mengenai adanya peredaran uang palsu di wilayah Kediri. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan.
Jangan Diedarkan Kembali Jika Menemukan Uang Mencurigakan
Kasus yang terungkap di Tangerang Selatan setidaknya menjadi alarm bagi masyarakat Kediri untuk lebih berhati-hati dalam setiap transaksi.
Jika menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat diimbau tidak mengedarkannya kembali. Uang tersebut sebaiknya disimpan sebagai barang temuan dan segera dilaporkan kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan pemeriksaan serta penelusuran.
Sebab, satu lembar uang yang tampak mencurigakan dapat membawa dua kemungkinan: memang merupakan uang palsu, atau justru menjadi bukti bahwa seseorang sebelumnya menjadi korban transaksi.
Karena itu, kewaspadaan tidak harus berujung pada prasangka.
Teliti sebelum menerima, jangan mengedarkan kembali uang yang mencurigakan, dan segera laporkan agar fakta dapat ditelusuri.
Di tengah derasnya arus transaksi, kehati-hatian menjadi pagar pertama. Bukan untuk menciptakan kepanikan, melainkan untuk memastikan setiap rupiah yang berpindah tangan tetap berada dalam jalur yang benar.
Jurnalis: Sigit Cahya Setyawan – Anisa Fadila



