KEDIRI – Di antara heningnya Bulan Suro, lahir sebuah pesan yang menggema: demokrasi akan tetap hidup ketika suara masyarakat terus dijaga. Delapan tahun perjalanan LSM Saroja bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan momentum memperkuat komitmen mengawal kepentingan publik dan mengawasi jalannya pemerintahan.
Momentum tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-8 LSM Saroja yang digelar di Masjid Al Hidayah Saroja, Rabu (2/7). Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hardiansyah, jajaran pengurus, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Dalam sambutannya, Sudjono menegaskan organisasi masyarakat memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah. Menurutnya, setiap kebijakan publik membutuhkan pengawasan dan masukan dari masyarakat agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran.
“LSM harus tetap kritis, tetapi juga menghadirkan solusi. Kritik yang membangun menjadi bagian penting untuk menciptakan keseimbangan dalam setiap kebijakan pemerintah,” ujar Sudjono.
Hal senada disampaikan Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hardiansyah. Ia berharap LSM Saroja terus berkembang menjadi organisasi yang semakin matang, solid, dan istiqamah memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Semoga Saroja semakin panjang umur, semakin solid, semakin bermanfaat, dan tidak pernah berhenti menyuarakan kebenaran,” katanya.
Tak hanya menjadi ajang refleksi organisasi, peringatan Harlah ke-8 juga diisi kegiatan sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim dan janda lanjut usia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Dewan Penasihat LSM Saroja, Supriyo, menyebut perjalanan delapan tahun organisasi ditandai dengan sejumlah capaian, di antaranya berdirinya Masjid Al Hidayah Saroja, Media Mata Saroja, serta Kantor Hukum Sinta & Partner.
Pada kesempatan tersebut, Supriyo juga menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang diterima LSM Saroja, mulai dari tingginya biaya seragam sekolah hingga persoalan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut akan terus dikawal sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial organisasi.
Selain itu, Supriyo mengatakan LSM Saroja berkomitmen terus mengawal berbagai dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian publik di Kediri, termasuk kasus-kasus yang pernah mencuat sebelumnya.
“Selama delapan tahun berdiri, Saroja telah menjadi bagian dari upaya pengungkapan sejumlah dugaan kasus korupsi besar di Kediri, mulai dari BNPT hingga kasus Bank BPR. Kami memohon doa dan dukungan agar tetap konsisten mengawal pemberantasan korupsi, khususnya di Kota Kediri,” ujarnya.
Ia menambahkan, memasuki usia kedelapan, LSM Saroja akan meningkatkan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, termasuk menyampaikan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang diatur peraturan perundang-undangan, salah satunya aksi penyampaian pendapat di muka umum apabila diperlukan.
Dengan semangat refleksi Bulan Suro, organisasi tersebut berharap dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan publik, sekaligus memperkuat budaya transparansi dan akuntabilitas di Kota Kediri.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



