KEDIRI – Disela peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 SAROJA, terselip suara-suara lirih masyarakat yang selama ini menanti perhatian. Bukan sekadar seremoni, peringatan tersebut berubah menjadi ruang lahirnya harapan, ketika berbagai persoalan pendidikan disampaikan langsung kepada pemerintah.
Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, hadir mendengarkan sekaligus menampung berbagai aspirasi yang disampaikan pengurus dan anggota SAROJA. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih adanya warga kurang mampu yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak, mulai dari pembelian seragam sekolah hingga perlengkapan belajar.
Ketua Dewan Pengawas SAROJA, Supriyo, mengatakan momentum ulang tahun organisasi sengaja dimanfaatkan untuk menyuarakan persoalan yang masih dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Hari ulang tahun SAROJA bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga saat yang tepat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Masih banyak persoalan yang kami temui di lapangan, seperti warga yang kesulitan membeli seragam sekolah maupun perlengkapan pendidikan lainnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Supriyo juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim piatu yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMA agar tidak terhambat persoalan ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Sudjono memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri terkait percepatan penyaluran bantuan seragam bagi siswa SMP.
“Untuk jenjang SMA memang bukan ranah Pemerintah Kota, melainkan Pemerintah Provinsi. Namun untuk SMP, saya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan agar bantuan seragam yang sudah dianggarkan bisa segera direalisasikan,” kata Sudjono.
Menurutnya, keterlambatan penyaluran bantuan dapat berdampak langsung terhadap psikologis siswa yang telah memulai tahun ajaran baru.
“Jangan sampai siswa sudah masuk SMP tetapi masih memakai seragam SD. Kondisi seperti itu tentu membuat anak-anak merasa kurang percaya diri,” tuturnya.
Selain bantuan seragam, Sudjono juga menyoroti akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu. Ia berharap mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri.
“Kalau terkait kesulitan masuk SMP negeri, saya berharap masyarakat yang kurang mampu maupun anak yatim piatu bisa mendapatkan kesempatan bersekolah di SMP negeri,” ucapnya.
Di penghujung acara, Sudjono memberikan apresiasi atas konsistensi SAROJA yang selama delapan tahun berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut penting sebagai mitra kritis yang terus menyampaikan aspirasi dan masukan konstruktif demi kemajuan Kota Kediri.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



