Buka Puasa Bersama di Ponpes Wali Barokah, Wali Kota Kediri Tekankan Kolaborasi Ulama dan Umaro

Bagikan Berita :

KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan bagi anak yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Wali Barokah, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat di bulan suci Ramadan.

Acara yang juga diisi tausiyah oleh KH Abu Bakar Abdul Jalil ini dihadiri berbagai unsur penting Kota Kediri, mulai dari ulama, aparat keamanan, lembaga keuangan, hingga perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu mengaku optimistis melihat kebersamaan berbagai elemen yang hadir. Menurutnya, kolaborasi antar unsur menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni di Kota Kediri.

“Di ruangan ini hadir seluruh unsur penting Kota Kediri. Ada ulama yang menjaga nilai moral umat, aparat yang menjaga keamanan, lembaga keuangan yang menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah yang memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat, serta masyarakat sebagai ruh dari semuanya,” ujarnya.

Ia menilai kebersamaan tersebut mencerminkan wajah Kota Kediri yang rukun, kolaboratif, dan saling menguatkan.

Vinanda juga menyinggung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas selama Ramadan hingga Idulfitri. Di tingkat nasional, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat perlindungan sosial. Sementara di tingkat provinsi, penguatan moderasi beragama serta sinergi antar elemen terus digalakkan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kediri turut menerjemahkan semangat tersebut melalui langkah konkret di daerah. Di antaranya memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi tetap terkendali, bantuan sosial tepat sasaran, serta menjaga pergerakan UMKM dan daya beli masyarakat selama Ramadan.

“Kami juga terus memperkuat ruang dialog lintas agama dan organisasi agar kerukunan yang sudah terbangun tetap terjaga,” ungkapnya.

Wali kota termuda di Kediri ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan ulama dan seluruh elemen masyarakat. Ia menilai kekuatan kota akan terbangun jika ulama dan umaro berjalan beriringan.

“Jika pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat saling percaya dan saling menopang, maka Kota Kediri akan semakin kuat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan sosial yang rutin dilakukan Pondok Pesantren Wali Barokah setiap tahun. Menurutnya, kepedulian sosial tersebut menjadi contoh bahwa nilai keberagamaan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Mbak Wali turut menyampaikan pesan kepada anak-anak yatim yang menerima santunan agar tetap semangat meraih masa depan.

“Kalian adalah anak-anak hebat. Jangan pernah merasa kecil. Pemerintah Kota Kediri akan terus berupaya memastikan hak pendidikan dan perlindungan kalian terpenuhi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Sunarto menjelaskan dalam kegiatan tersebut disalurkan santunan kepada 100 anak yatim serta 750 paket sembako bagi masyarakat dhuafa.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membawa keberkahan di bulan Ramadan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dari perorangan, dunia usaha, maupun komunitas. Intinya kami ingin peduli dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sunarto menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan silaturahmi, sekaligus bentuk dukungan masyarakat untuk mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN serta menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan kekompakan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Ketua Yayasan Wali Barokah Achmad Fawwaz Abd Aziz, Wakil Ketua DPRD Sudjono Teguh, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Pj Sekda M Ferry Djatmiko, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Bagikan Berita :