KEDIRI – Langit Kediri seakan ikut merunduk terlihat mendung. Di antara untaian doa dan wajah-wajah yang dipenuhi duka, di rumah duka Gie Kie Kong Soe—kini bernama Perkumpulan Rukun Sinoman Dana Pangrukti di Jalan Monginsidi Nomor 32, Kelurahan Pakelan, Kota Kediri, yang dipenuhi pelayat yang datang silih berganti pada Senin (3/8).
Mereka hadir untuk memberikan penghormatan terakhir atas wafatnya Martha Indrawati, ibunda Bambang Harianto, salah satu pimpinan PT Gudang Garam Tbk.
Sejak pagi, suasana di rumah duka tak pernah sepi. Kerabat, kolega, sahabat, hingga para tokoh dari berbagai kalangan berdatangan untuk menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kehadiran mereka menjadi wujud penghormatan sekaligus dukungan moril di tengah suasana kehilangan.
Sejumlah pejabat tampak hadir dalam prosesi belasungkawa tersebut, di antaranya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kapolres Kediri AKBP Wahyudin Latif, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu, serta Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hakim.
Turut hadir pula Brigjen Pol Yusep Gunawan, mantan Kapolres Kediri yang pernah menjabat Wakapolda Jawa Timur dan kini mengemban amanah sebagai Karo Kermaluhkum Divkum Polri. Perwira tinggi Polri tersebut dikenal sebagai lulusan terbaik Akademi Kepolisian Angkatan 1996.
Kedatangan para pejabat disambut langsung oleh pihak keluarga bersama jajaran manajemen PT Gudang Garam, di antaranya anggota direksi Maksin Arisandi dan Kepala Bagian Humas Ihwan Tri Cahyono.
Satu per satu tamu menyampaikan doa serta ungkapan belasungkawa kepada keluarga almarhumah. Suasana berlangsung khidmat dan penuh penghormatan.
Sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan pejabat mulai meninggalkan rumah duka setelah memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.
Hingga siang hari, rumah duka masih dipenuhi para pelayat yang terus berdatangan. Mereka datang untuk memanjatkan doa bagi almarhumah sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga besar yang ditinggalkan, menciptakan suasana penuh empati dan kebersamaan di tengah kehilangan.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



