KEDIRI – Persik Kediri harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Bali United dalam lanjutan kompetisi Super League. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (8/11) sore, skuad berjuluk Macan Putih tersebut takluk telak dengan skor 0-3.
Kekalahan ini semakin menambah pekerjaan rumah bagi Persik Kediri. Hasil negatif tersebut, setelah sebelumnya dikalahkan Persita Tangerang di kandang dengan skor 1-5, membuat mereka belum beranjak dari posisi ke-13 klasemen sementara Super League.
Bali United langsung menunjukkan agresivitas sejak awal pertandingan. Bahkan, ketika laga baru memasuki menit kelima, tuan rumah sudah berhasil membuka keunggulan melalui Irfan Jaya.
Gol cepat tersebut membuat Persik harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Macan Putih mencoba meningkatkan intensitas serangan dan membangun permainan untuk mencari gol penyeimbang.
Sergio Castel menjadi salah satu pemain yang beberapa kali mendapatkan kesempatan mencetak gol. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang Persik gagal berbuah hasil.
Dari lima kesempatan yang diperoleh, hanya satu sundulan Sergio Castel yang benar-benar mengarah ke gawang. Sayangnya, upaya tersebut masih mampu digagalkan penjaga gawang Bali United, Hauptmeijer.
Di tengah kesulitan Persik memaksimalkan peluang, Bali United justru tampil jauh lebih efektif. Pada menit ke-33, Teppei Yachida sukses menggandakan keunggulan tuan rumah melalui titik penalti.
Situasi semakin sulit bagi Persik menjelang akhir babak pertama. Queven Da Silva berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti.
Gol tersebut membuat Bali United unggul 3-0 hingga turun minum. Sebaliknya, Persik harus mencari cara untuk memperbaiki performa setelah tampil kurang efektif sepanjang paruh pertama pertandingan.
Memasuki babak kedua, Persik mencoba mengambil inisiatif serangan. Namun, solidnya barisan pertahanan Bali United membuat upaya Macan Putih untuk memperkecil ketertinggalan terus menemui jalan buntu.
Pelatih Persik kemudian melakukan perubahan komposisi pemain pada menit ke-61. Jose Enrique dan Marselinus Ama Ola diturunkan untuk menggantikan Jon Toral serta Ernesto Gomez.
Pergantian tersebut diharapkan mampu memberikan energi baru bagi lini serang Persik. Namun, hingga pertandingan berjalan semakin jauh, belum ada perubahan signifikan yang mampu mengancam keunggulan tuan rumah.
Bali United justru beberapa kali mendapatkan kesempatan berbahaya melalui serangan balik. Kombinasi Teppei Yachida dan Jens Raven sempat merepotkan pertahanan Persik, meski sejumlah ancaman masih berhasil diantisipasi.
Penderitaan Persik semakin lengkap menjelang pertandingan berakhir. Pada menit ke-90, bek Park Jun Heung harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua.
Bermain dengan 10 orang membuat peluang Persik untuk mengejar ketertinggalan semakin tertutup. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 3-0 untuk kemenangan Bali United tetap tidak berubah.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Persik Kediri. Selain gagal membawa pulang poin dari Gianyar, Macan Putih juga masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Super League.
Persik kini dituntut segera melakukan evaluasi, terutama dalam memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir dan soliditas pertahanan jika tidak ingin semakin terjebak dalam persaingan papan bawah.



