KEDIRI – Industri perfilman nasional bakal diramaikan karya anak daerah. Kali ini, sejumlah artis lokal asal Kediri yang selama ini dikenal publik melalui kanal YouTube Woko Channel bersiap menembus layar lebar lewat film berjudul PIYE TO KIH?.
Film produksi MIRACLE Pictures tersebut dijadwalkan tayang serentak di sejumlah bioskop Indonesia pada 19 November mendatang. Mengusung perpaduan drama, komedi, dan unsur supranatural, film ini menawarkan cerita unik tentang hubungan dua manusia yang berasal dari alam dan keyakinan berbeda.
Menariknya, para pemeran utama film tersebut bukan berasal dari kalangan artis ibu kota. Mereka merupakan talenta lokal asli Kediri yang sebelumnya telah memiliki popularitas melalui konten-konten hiburan di Woko Channel.
Kehadiran film ini pun mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimudin Thoha. Dalam kesempatan jumpa pers di Balai Kota Kediri, Jumat (06/11). Ia mengaku memberikan perhatian khusus terhadap karya perfilman yang melibatkan masyarakat lokal tersebut.
Gus Qowim, sapaan akrabnya, bahkan mengaku sempat tidak menyangka bahwa sebagian besar pemain film tersebut merupakan warga asli Kediri.
“Saya sebenarnya tidak percaya jika para artis ini ternyata sebagian besar merupakan warga asli Kediri. Namun, saya meyakini bahwa melalui film merupakan salah satu cara menyampaikan pesan kepada masyarakat secara umum,” ungkapnya.
Menurut Gus Qowim, film tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai media komunikasi sekaligus promosi daerah. Melalui karya kreatif seperti ini, identitas dan berbagai potensi lokal Kediri dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah tersebut berharap kiprah para sineas dan talenta lokal Kediri tidak berhenti pada produksi film PIYE TO KIH?. Ia menginginkan langkah positif ini dapat terus berlanjut melalui karya-karya berikutnya yang mengangkat kekayaan budaya, kreativitas, serta beragam potensi daerah.
Dengan keterlibatan artis lokal dan cerita yang mengangkat unsur kehidupan berbeda alam, PIYE TO KIH? diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi bukti bahwa talenta daerah mampu bersaing dan mengambil bagian dalam industri perfilman nasional.
jurnalis : Nanang Priyo Basuki



