Bukan Motor Biasa! Puluhan Motor Antik Era 1940-an hingga 1960-an Kembali Mengaspal di Kediri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Deru mesin motor klasik menggema di Lapangan GOR Joyoboyo, Kota Kediri, pada 6–7 November 2026. Puluhan motor antik yang sebagian usianya telah mencapai puluhan tahun kembali beraksi di lintasan dalam gelaran Djoyoboyo Antique Rendezvous Race (DARR) Mk. 0.1 2026.

Bukan sekadar ajang adu kecepatan, kegiatan ini menjadi panggung nostalgia sekaligus upaya melestarikan warisan otomotif. Di balik deru mesin dan persaingan di lintasan, tersimpan semangat persaudaraan yang menyatukan para pecinta motor antik dari berbagai daerah.

DARR 2026 diselenggarakan oleh Joyoboyo Motor Antik Club (JMAC) Kediri bersama Motor Antique Club Indonesia (MACI) dan Pemerintah Kota Kediri. Gelaran tersebut menjadi ruang bagi komunitas untuk kembali menghidupkan kendaraan-kendaraan klasik, bukan hanya sebagai koleksi, melainkan juga bagian dari sejarah yang terus dirawat.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, motor antik memiliki keistimewaan yang tidak hanya terletak pada bentuk dan usia kendaraan, tetapi juga pada nilai sejarah serta cerita yang menyertainya.

Bahkan, sejumlah motor yang tampil dalam kegiatan tersebut disebut pernah digunakan sebagai kendaraan pada masa perang.

“Jadi kita melihat bahwa motor antik ini bukan sekadar kendaraan, tetapi di baliknya ada sejarahnya, ada ceritanya,” kata Vinanda.

Ia menambahkan, keberadaan komunitas motor antik juga menunjukkan bahwa pelestarian warisan otomotif dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kebersamaan. Hubungan antarpenggemar yang terjalin melalui berbagai kegiatan menjadi nilai penting di luar aktivitas otomotif itu sendiri.

“Jadi kita bukan hanya melihat kendaraannya, tetapi kita juga melihat nilai-nilai yang terus dijaga oleh komunitas ini,” tuturnya.

Jadi Momentum Kebangkitan Event Balap Motor Antik

Antusiasme peserta dalam DARR Mk. 0.1 2026 juga mendapat perhatian Ketua Umum MACI, Suharno atau yang akrab disapa Bagong WL. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi MACI dan JMAC Kediri dalam mempertemukan komunitas motor antik dari berbagai wilayah.

Lebih dari itu, DARR diharapkan menjadi awal pengembangan agenda balap motor antik berskala lebih luas. Kegiatan ini dirancang sebagai pra-event menuju rangkaian balap series MACI yang direncanakan berlangsung pada 2027 di tiga daerah berbeda.

Bagong berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga keberadaan komunitas dan kecintaan terhadap motor antik tetap terjaga.

“Mudah-mudahan ke depan event-event seperti ini akan selalu ada dan terus ada. Itu harapan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana DARR 2026, Handy Wijaya Soediro, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut berawal dari kerinduan para penggemar motor antik terhadap atmosfer balapan di lintasan.

Menurut Handy, para pemilik motor klasik ingin kembali merasakan pengalaman memacu kendaraan kesayangan mereka dalam suasana perlombaan.

“Kami dalam acara ini hanya ingin mewujudkan kerinduan teman-teman pecinta motor antik untuk bernostalgia. Bagaimana rasanya berpacu di dalam sebuah lintasan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, motor antik memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kendaraan tua. Setiap motor menyimpan kenangan, kebanggaan, serta pengalaman perjalanan yang tidak mudah dilupakan pemiliknya.

“Bagi sebagian orang motor antik mungkin hanyalah kendaraan tua, peninggalan masa lalu. Namun bagi kami, motor antik adalah sebuah kebanggaan dan kenangan, dan banyak cerita manis ketika di perjalanan,” katanya.

Diikuti 80 Peserta, Ada Sembilan Kelas Perlombaan

Semangat nostalgia tersebut diwujudkan melalui konsep perlombaan yang tetap mempertahankan karakter khas kendaraan klasik. DARR Mk. 0.1 2026 tercatat diikuti sekitar 80 peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, hingga Tangerang.

Panitia menghadirkan sembilan kelas perlombaan dengan kategori yang disesuaikan berdasarkan karakteristik kendaraan maupun peserta.

Beberapa kelas yang dibuka di antaranya 60 Club, khusus pembalap berusia di atas 60 tahun, serta kelas Single untuk motor satu silinder berkapasitas di bawah 50 cc. Ada pula kelas Twin yang diperuntukkan bagi motor dua silinder dan kelas 2 Tak khusus motor Eropa.

Kategori lainnya adalah kelas Mazda, yang menampilkan konsep motor dengan mesin mobil yang dikembangkan menjadi kendaraan roda dua. Sementara kelas FFA terbuka bagi berbagai jenis motor Eropa dan Amerika dengan ketentuan tahun produksi di bawah 1975.

Daya tarik utama perlombaan ini terletak pada usia kendaraan yang digunakan. Sejumlah motor peserta diketahui merupakan produksi era 1940-an hingga 1960-an. Meski telah berusia puluhan tahun, kendaraan tersebut tetap dihadirkan untuk menunjukkan ketangguhan mesin sekaligus karakter khas motor klasik.

Melalui konsep fun race, peserta tidak hanya mengejar hasil perlombaan, tetapi juga menikmati pengalaman kembali memacu kendaraan bersejarah di lintasan.

Bukan Hanya Menjaga Motor, tetapi Juga Merawat Sejarah

DARR Mk. 0.1 2026 membuktikan bahwa pelestarian kendaraan antik tidak harus dilakukan dengan menyimpannya di garasi atau menjadikannya sekadar pajangan koleksi. Para penggemar memilih untuk terus menghidupkan warisan otomotif melalui komunitas, perjalanan bersama, hingga kegiatan balap.

Pertemuan puluhan peserta dari berbagai daerah juga memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap motor klasik mampu melampaui batas wilayah dan generasi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi otomotif, motor-motor tua tersebut tetap memiliki tempat tersendiri. Usianya boleh terus bertambah, tetapi nilai sejarah, kenangan, dan persaudaraan yang menyertainya diharapkan tidak pernah berhenti diwariskan.

Bagi para pecintanya, motor antik bukan sekadar kendaraan dari masa lalu. Ia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang tetap hidup selama masih ada orang-orang yang merawat, mengendarai, dan menjaga ceritanya.

Jurnalis: Anisa Fadila