Dari YouTube ke Layar Lebar, Woko Channel Bikin Gebrakan Lewat Film Piye To Kih?

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kreator konten lokal kembali menunjukkan kiprahnya di industri perfilman nasional. Kali ini, para kreator yang tergabung dalam Woko Channel resmi membawa karya mereka ke layar lebar melalui film Piye To Kih?. Antusiasme penonton terlihat dalam gelaran Home Premiere di Ramayana Mall XXI, Kediri, Jumat (6/11/2026) malam.

Ratusan penonton memadati area bioskop untuk menyaksikan pemutaran perdana film tersebut. Kursi-kursi studio dipenuhi pengunjung yang penasaran melihat para kreator yang selama ini dikenal lewat platform YouTube tampil dalam sebuah produksi film layar lebar bersama sejumlah aktor ibu kota.

Pemutaran yang dimulai pukul 19.00 WIB itu terasa istimewa bagi para pemain dan kru. Pasalnya, Kediri menjadi kota penutup rangkaian promosi sekaligus tempat mereka kembali untuk memperkenalkan karya perdana tersebut kepada keluarga dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan.

Film bergenre drama komedi supranatural ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.

Sutradara Piye To Kih?, Ito Mavin, mengungkapkan bahwa keterlibatan kreator Woko Channel didasari keyakinannya terhadap besarnya potensi talenta dari daerah. Menurutnya, perkembangan industri kreatif Indonesia tidak hanya bertumpu pada pelaku industri di kota-kota besar.

“Kita tidak kekurangan potensi. Banyak sekali kreator yang hari ini bertumbuh dan punya value yang meningkat, yang datangnya justru dari daerah. Saya ingin memberikan alternatif tontonan supaya kekayaan Indonesia ini lebih bisa dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Ito.

Ia menambahkan, film tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada para penggemar Woko Channel yang selama ini setia mengikuti perjalanan mereka melalui konten digital.

Namun, perjalanan dari layar ponsel menuju layar bioskop bukan tanpa tantangan. Para pemain harus beradaptasi dengan proses produksi film yang memiliki tuntutan berbeda dibandingkan pembuatan konten YouTube.

Salah satu tantangan itu dirasakan Sutrisno Agung, pemeran karakter Pak Gendut. Ia mengaku harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan kemampuan berbahasa sekaligus mengembangkan kualitas aktingnya.

“Tantangan terbesar adalah berbahasa Indonesia, karena di rumah dan di Woko Channel pakai bahasa Jawa. Di film ini harus bisa bahasa Indonesia sebagian dan harus bisa akting nangis,” tuturnya.

Tak hanya persoalan bahasa, para pemain juga dituntut membangun chemistry agar interaksi antarkarakter terasa alami. Proses tersebut dilakukan melalui sesi pengenalan antarpemain, dilanjutkan karantina dan pendalaman karakter bersama acting coach selama kurang lebih satu bulan.

Tantangan tersendiri juga dihadapi Dara Sarasvati yang dipercaya memerankan Sukma, sosok entitas dari alam lain. Ia harus membangun karakter dengan gestur dan pembawaan yang berbeda dari manusia pada umumnya.

“Jujur tantangannya adalah bagaimana membangun gesture-nya, karena pasti berbeda dari sosok manusia. Di satu sisi, pembawaannya itu harus lembut, tegas tapi lembut, yang mana ini merepresentasikan sosok perempuan Nusantara,” ungkap Dara.

Meski mengusung unsur supranatural, Ito menegaskan bahwa Piye To Kih? tidak berfokus pada teror maupun adegan mengejutkan atau jump scare sebagaimana film horor pada umumnya. Elemen supranatural justru dipadukan dengan drama komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di balik kemasan hiburannya, film ini juga menyampaikan pesan mengenai perjuangan, tanggung jawab, kejujuran, serta pentingnya mempersiapkan diri sebelum meraih sesuatu yang diinginkan.

“Kita sering melihat orang berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang dia mau. Padahal, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat dirinya pantas untuk mendapatkan itu. Di film ini banyak bercerita tentang proses perjuangan, tanggung jawab, dan kejujuran,” jelas Ito.

Melalui pemutaran perdana di Kediri, seluruh pemain dan kru berharap film tersebut dapat diterima secara positif oleh masyarakat luas. Momen ini sekaligus menjadi bentuk kedekatan mereka dengan daerah asal dan para penonton yang telah mendukung perjalanan Woko Channel.

Setelah menyelesaikan rangkaian promosi melalui Home Premiere di Kediri, Piye To Kih? kini bersiap menyapa penonton di berbagai daerah melalui penayangan serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan